108 views

KABAR PROBOLINGGO KOTA : 1000 Penari Rodat Islami Di Upacara Hardiknas

Probolinggo Kota, MA – Berbagai atraksi memukau di dalam rangkaian upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah di Stadion Bayuangga, Kamis (2/5) pagi. Salah satunya, Tari Rodat Islami yang dibawakan 1000 penari dari siswa SD/MI dan SMP di Kota Probolingo.

Tari Rodat Islami merupakan tembang dan tarian ucapan rasa syukur terhadap Allah SWT. Dengan melantunkan sholawat terhadap junjungan Nabi Besar Muhammad SAW karena beliau sebagai pendidikan tauladan yang penuh kasih sayang kepada segenap alam. Rasulullah pernah berpesan bahwa setiap muslim hendaknya menjadi pendidik dan menjadi orang yang di-didik “Tut Wuri Handayani”.

Seorang pendidik harus bisa memberikan dorongan dan arahan. Dengan penuh semangat dan ketulusan, sehingga terbentuknya insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter Indonesia seutuhnya. Yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sejumlah penari pun menyematkan kalung bunga kepada Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri. Mereka juga membagikan bingkisan berisi tumpeng mini dan sejumlah aksesoris khas lainnya.

“Tarian ini sebagai tasyakuran dalam hardiknas dengan berbagi tumpeng mini dan buah-buahan. Sekaligus menyambut datangnya bulan Ramadan,” ujar pelatih tari Soviatun Fatimatuzzuhro dari Padepokan 22 Indonesia sekaligus guru SDN Triwung Lor 3.

Selain membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI serta Menteri Dalam Negeri, Wali Kota Habib Hadi menyampaikan Pemerintah Kota Probolinggo telah mendeklarasikan pendidikan gratis dan pendidikan berkualitas bagi sekolah negeri dan swasta.

“Tidak ada perbedaan pelayanan pendidikan yang berbeda baik dipinggiran atau di tengah Kota Probolinggo. Semua sama. Wali murid dan guru harus ikut memerhatikan perkembangan anak di era zaman seperti sekarang ini. Jangan sampai anak kita salah pergaluan dan merusak masa depannya,” ujar Habib Hadi.

“Kami akan melakukan langkah pasti untuk melindungi anak-anak kita. Tetapi untuk menerapkan itu kami butuh kebersamaan dari semua pihak,” sambungnya.

Dalam pemerintahannya, Habib Hadi sudah membuat kebijakan baru di dunia pendidikan. Kini yang tengah menjadi konsennya adalah masalah kesehatan. “Mohon doanya supaya rumah sakit baru di Kota Probolinggo bisa terwujud. Pendidikan sudah, tinggal kesehatan, pada tahun 2020 nanti insyaallah bisa terwujud,” tuturnya.

Di momen hardiknas, Pemerintah Kota Probolinggo juga tengah menyusun perwali tentang penyelenggaraan pendidikan antikorupsi pada satuan pendidikan jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan dasar. Perwali ini dibentuk untuk memberikan kepastian hukum tentang penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan baik dari PAUD hingga SD/MI dan SMP/MTs di Kota Probolinggo.

“Perwali ini bertujuan memberikan panduan bagi satuan pendidikan untuk merancang pengintegrasian materi antikorupsi ke dalam pembelajaran/intrakurikuler dan memberikan arahan kepada pihak penyelenggara pendidikan antikorupsi melalui pembinaan kokurikuler dan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar,” tutur wali kota dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Maskur menambahkan, materi pendidikan antikorupsi akan dimulai pada tahun ajaran baru 2019/2010 untuk jenjang pendidikan dasar dan SMP di mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan Pendidikan Agama.

Pembelajaran ini merupakan instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Pendidikan antikorupsi ini agar anak-anak terbiasa melakukan pekerjaan secara jujur dan baik. Nanti kami akan memanggil khusus guru PPKn dan guru agama untuk sosialisasi. Perwali sudah selesai tapi masih di Bagian Hukum (Sekretariat Daerah Kota Probolinggo),” kata Maskur, saat ditemui usai upacara berlangsung.(Senopati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *