157 views

KABAR BANYUWANGI : Bagus  : Begini Lagkahnya, Agar Tidak Terjebak Berita HOAX dan Kampanye Hitam

 

BANYUWANGI, MA – Seperti tahun – tahun sebelumnya di setiap Pertengahan Bulan Ramadhan Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi menggelar acara Serasehan bersama rekan Media baik itu Media cetak, Elektronik dan Online. Ini kali acara serasehan yang digelar di Hotel Surya Banyuwangi, Senin pagi (20/5/2019) yang dimulai pukul 08.00.wib. berjalan dengan lancar serta nampak terlihat sekali rasa kebersamaan,kekompakan dan persaudaraan dari berbagai macam media yang hadir penuhi undangan.

Hadir sebagai nara sumber Bagus Adi Saputro selaku kasi Intel kejaksaan Negeri Banyuwangi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Wiyono dan Hayatul Makin Pembina Forum Wartawan Majalah Koran Online Tabloid (MAHKOTA).

Pada kesempantanya Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi Bagus Adi Saputro di moment saresahan memberikan paparan dan penjelasan sedikit panjang tentang mengapa dan bagaimana cara menghadapi berita bohong/HOAX dan kampanye hitam. Sesuai pada tema yaitu Profesionalisme Wartawan Dalan Menangkal Berita HOAX dan Penegakan Hukum”

“Saya ingin merubah menset bagaimana Kejaksaan bisa berjalan bersama sama media, sebagai Humas Intelijen kejaksaan saya ingin bagaimana nanti memperlakukan berita, memperlakukan pengaduan dan juga memperlakukan informasi yang bisa di dapat oleh teman teman media.”..terangnya.

“Bagus Adi Saputro” selaku Kasi Intelijen Kejaksaan juga mengajak mempersilahkan teman media untuk datang ke kantor Kejaksaan. Disebutkan “Kejaksaan sekarang sedang membuat media center seperti di Situbondo, Media Center ini wajib hukumnya didatangi oleh teman media.” ..jelas Bagus.

Berkaitan dengan semakin maraknya berita HOAX , maka “Bagus” dengan sedikit panjang memaparkan tentang   adanya berita HOAX yang mewabah di medsos.

” Mengapa kita dengan mudah terjebak HOAX dan Kampanye hitam ?.. karena adanya budaya ingin  saling BERBAGI atau PAMER,  Sentimen SARA masih kuat, terjebak dengan ESPRIT DES CORPD yang keliru, belum bisa membedakan PRIVATE dan PUBLIC dan cukup judul dan abaikan content. Sedangkan untuk cara menghadapi Berita HOAX dan Kampanye hitam, maka kita wajib sekali MENGENALI judulnya yang cenderung Provokstif, kalimat yang digunakan cenderung memaksa, seperti contoh ; “Sebarkanlah..! atau Viralkanlah..! dan sejenisnya, kemudian perhatikan foto pada berita dengan teliti betul.”.. paparnya dengan gamblang.

Masih dalam penjelasanya  “Bagus” menambahkan tentang langkah berikutnya untuk menghadapi berita HOAX dan kampanye hitam, yaitu dengan cara MENGELOLA dan MEMUTUSKAN,

” Setelah kita kenali betul, maka wajib untuk mengelola dengan cara cek alamat situs/sumber berita, bedakan antar fakta dan opini dan mengikuti komonitas yang kredible. Langkah akhir setelah MENGENALI dan MENGELOLA, maka dengan cara MEMUTUSKAN, bagaiamana,,?
yaitu hindari trend ikut – ikutan (cukup sampai disini), acuhhkan/cuekin, tegur, unfallow, lalu laporkan.” jelasnya.

Tak cukup hanya pada penjelasan diatas, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Banyuwangi ini juga menyampaikan tentang akibat dan sanksi hukum bagi penyebar berita bohong/HOAX. Baik Dalam pasal 310 KUHP, Pasal 28 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan pasal 45 (2) UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. (Saiful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *