133 views

KABAR PASURUAN : Antisipasi Kekeringan, Pemkab Pasuruan Siap Dropping Air Bersih

 

Pasuruan, MA – Meski belum ada permintaan bantuan air bersih, Pemerintah Kabupaten Pasuruan siap siaga dalam upaya mengantisipasi potensi kekeringan di beberapa kecamatan.

Bakti Jati Permana, Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan mengatakan, antisipasi bencana kekeringan sangatlah penting. Mengingat bulan Juni ini sudah memasuki musim kemarau, sehingga apabila desa yang membutuhkan bantuan air bersih, maka akan segera didistribusikan.

“Sampai sekarang belum ada permintaan air bersih. Kita lihat dulu sesuai dengan keadaan di lapangan. Kalau BPBD konteksnya adalah bantuan darurat air bersih. Seharusnya jaringan air bersih, kalau bantuan darurat sifatnya darurat, jadi tidak bisa mengcover keseluruhan atau berkelanjutan,” kata Bakti di sela-sela kesibukannya, Selasa (11/06/2019).

Dengan masuknya musim kemarau, BPBD langsung melakukan assesment atau penilaian terhadap potensi kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Kata Bakti, setidaknya sudah ada 23 desa di 7 kecamatan yang masih berpotensi rawan kekeringan. Yakni Kecamatan lumbang, pasrepan, winongan, Lekok, grati dan kecamatan gempol. Ketujuh kecamatan tersebut masuk kategori kecamatan rawan kekeringan kritis.

“Kalau kering kritis itu sudah masuk kategori bencana. Karena sudah kesulitan mencari air bersih sejauh lebih dari 3 kilometer. Kalau di bawah 3 kilometer sampai 1,5 kilo masuk kategori kering, belum dikategorikan bencana,” imbuhnya.

Saat ini, BPBD akan mulai berkoordinasi dengan desa, camat, dan dinas terkait. Sehingga, ketika ada laporan kekeringan, bisa segera ditangani. Bakti menjelaskan, beberapa armada truk pengangkut air bersih sudah disiapkan, diantaranya 2 unit tangki dari BPBD, 1 tangki Dinas Sosial, 1 tangki dari Dinas SDA (Sumber Daya Air) dan Tata Ruang, 1 unit tangki PDAM dan PMI Kabupaten Pasuruan.

Lebih lanjut Bakti memperkirakan bahwa permintaan air bersih akan tinggi saat puncak kemarau yang diperkirakan pada Agustus mendatang.

“Kita tidak menginginkan bencana terjadi. Tapi setidaknya kami siap untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih ketika kekeringan,” jelasnya kepada Suara Pasuruan. (Mahaputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *