113 views

Pelatihan Guru Kota Metro Resmi Ditutup

Lampung (MA) – Pelatihan pada Guru SD dan SMP se-Kota Metro dalam rangka optimalisasi penguatan pendidikan karakter telah ditutup. Hal itu menandakan para Guru telah mendapat bekal untuk menerapkan penguatan karakter di Sekolahnya masing-masing, Jum’at (14/06/2019).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Ir. Ria Andari, M.Pd , mengucapkan rasa syukurnya atas terlaksana pelatihan tersebut. Ia juga menjabarkan secara singkat narasumber apa saja yang ikut berpartisipasi.
“Saya bersyukur setelah apa yang direncanakan dapat terlaksana hingga hari ini, terlihat mereka juga dalam keadaan segar bugar, bersemangat, mudah-mudahan apa yang didapat selama empat hari ini,” ucapnya.
“Secara materi yang kami berikan secara beragam ya, dari akademik kami berikan dari unila, ugmp, kemudian secara psikomotorik mereka dapat masukkan dari polda, kemudian dari BNN juga. Mudah-mudahan menjadi bekal mereka, untuk mengiplementasikan pendidikan penguatan karakter di Sekolahnya masing-masing,” tambah Ria.
Dia juga berharap kepada para Guru yang telah mengikuti pelatihan dan penguatan karakter tersebut, agar dapat langsung beraksi sesuai yang diberikan serta akan dipantau.
“Harapan saya besok pada saat mereka masuk Sekolah, itu mereka langsung ‘go’ langsung dilaksanakan, dan kami langsung memantaunya, lalu kita akan menjalankan sosialisasi perwali nomor 17 tahun 2019, tentang penyelenggaraan penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan,” harapnya.
Ria Andari menginginkan kepada para Guru yang mengikuti kegiatan tersebut, dapat melakukan perubahan walau kecil dan ia juga menuturkan contoh kebiasaan di Sekolah yang harus dilakukan.
“Saya mau 88 guru-guru saya ini menjadi pionir saya untuk bergerak, saya sampaikan pada mereka yakni lakukan perubahan walaupun sekecil mungkin, terapkan rencana aksi yang sudah kita siapkan,” tegasnya.
“Memulai pelajaran dengan berdo’a, memberikan kesempatan anak-anak untuk shalat duha, mengharuskan anak untuk shalat dzuhur berjamaah, lalu melaksanakan upacara bendera di hari senin dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengenang pahlawan, semua itu memang harus dan tidak bisa tidak dilakukan,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Ir. Ria Andari, M.Pd .
Pada kesempatannya, Ratna Dewi, selaku peserta pelatihan tersebut, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan itu ialah kegiatan yang luar biasa bagi para Guru dan kedepannya merasa akan lebih optimal.
“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa bagi kami, yakni para guru. Kepala Dinas punya inisiatif yang begitu tinggi, agar kami guru sebagai tombak pendidikan ini bisa menjalankan tugas mendidik, terutama dengan kaitannya karakter agar lebih optimal saat bertugas,” ujarnya.
“Perlu kita ketahui bahwa kemajuan teknologi informasi komunikasi ini agak menjadi sedikit kendala kami dalam mendidik, dari segi sikap dan perilaku para murid,” tambah Ratna.
Dia juga merasakan saat sebelum pelatihan tersebut berlangsung, merasa belum optimal dalam penguatan karakter, karena dalam mendidik karakter murid ialah tugas besar bagi Guru.
“Sejauh ini saat sebelum pelatihan berlangsung, memang kami merasakan belum optimal, karena karakter murid pada dasarnya sudah dibentuk sejak dini. Ketika kami bertemu dengan murid yang memang pembiasaan serta pola asuh yang baik dari orangtuanya, itu memang terasa ringan dalam membimbing lalu mendidiknya. Kemudian ketika sebaliknya, kami bertemu murid yang memang pola asuh orangtua yang salah, itu akan menjadi tugas besar untuk kami dalam mendidik karakternya,” jelasnya.
Ratna juga menerangkan antusias kepada narasumber yang dihadirkan, serta merasa cocok kepada semua narasumber. Sehingga kedepan dapat lebih percaya diri dalam mengarahkan Murid-murid ke arah yang lebih positif.
“Narasumber yang dihadirkan sangat luar biasa, karena karakter yang akan dibentuk sangat sesuai sekali dengan narasumber seakan sudah melekat begitu. Dan juga hadir narsumber dari badan narkotika untuk mengantisipasi serta sebagai bekal dalam mendidik anak-anak, karena narkotika dapat menjalar kemana-mana, dan juga hadir dari psikolog untuk memberi pengetahuan dalam menghadapi psikolog anak-anak dengan cara persuasif, agar dapat mengarahkannya ke arah yang positif,” terang Ratna Dewi, seusai pelatihan penguatan karakter tersebut ditutup. (del.).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *