111 views

KABAR PROBOLINGGO : Polres Probolinggo Menggelar Deklarasi Tolak Anti Kerusuhan

Probolinggo, MA – Kabupaten Probolinggo menolak kerusuhan menjelang sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019. Pernyataan sikap ini diwujudkan melalui Deklarasi Anti Kerusuhan yang digelar Polres Probolinggo bersama Forkopimda, dan elemen masyarakat Kabupaten Probolinggo, Minggu (16/6/2019) pagi.

Kegiatan dengan taggline “Ajegeh Probolinggo” yang bermakna menjaga Probolinggo dari kerusuhan ini sekaligus dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke – 73 yang kali ini mempunyai tema ‘Bersatu Untuk Indonesia Damai’.

 

Dikemas dalam jalan santai dengan garis start Mapolres, yang kemudian menyusuri jalur pantura. Usai itu, peserta jalan-jalan ke kampung di sekitar dan finish di Mapolres.
Usai menempuh jarak sekitar 3 kilometer, ratusan peserta diajak untuk bersenam bersama. Usai tubuh peserta berkeringat penuh, mereka kemudian bersama – sama mendeklarasikan Tolak Kerusuhan.

“Karena itu pagi ini kami menggelar jalan sehat bertema Tolak Kerusuhan, untuk lebih menyatukan warga Kabupaten Probolinggo. Ajegeh atau menjaga Probolinggo demi menjaga perdamaian dan keutuhan NKRI,” ujar Kapolres AKBP. Eddwi Kurniyanto.

Eddwi mengemukakan selama proses pesta demokrasi hingga usai, tidak ditemukan gangguan berarti di Bumi Rengganis ini. Pihaknya sangat mengapresiasi masyarakat Kabupaten Probolinggo yang sudah dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan dalam sebuah gelaran Pemilu.

“Syukur alhamdulillah, dari awal kondisi di Kabupaten Probolinggo selalu aman kondusif bahkan usai KPU menetapkan hasil Pemilu 2019. Tidak ada gejolak berarti di kalangan masyarakat,” jelas pria kelahiran Kejapanan Pasuruan ini.

Dari awal pelaksanaan kegiatan, masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian olahraga ringan namun kreatif dan menghibur tersebut dengan rasa aman tanpa diselimuti rasa was – was.

“Selain membuat tubuh kita sehat, acara ini juga menunjukkan bahwa Probolinggo aman dan kondusif, Kami sepakat ‘Ajegeh Probolinggo’ dari kerusuhan,” kata Nur Akhmad, salah satu peserta jalan sehat dari desa Sukomulyo Pajarakan. (Senopati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *