142 views

Ada Keunikan Membeli Souvenir Di Objek Wisata Hutan Bambu To’Kumila

TORAJA UTARA,MA – Salah satu Kabupaten yang masuk dalam KSPN ( Kawasan Strategis Parawisata Nasional), Kabupaten Toraja Utara terus berupaya dalam membenahi sektor pariwisata yang mengandalkan keindahan alam beserta kekayaan bahkan keunikan budayanya .

Seperti halnya pada kreasi Ecotourism Wisata Hutan Bambu To’ Kumila yang berada di Lembang Tonga Riu, Kecamatan Sesean Suloara yang diresmikan pada Jumat (21/6).

Keindahan dan kerindangan pohon bambu yang berjejer rapi di sepanjang jalan membuat daya tarik tersendiri dengan hawa sejuk berkabut dan keindahan alam disekitarnya. Selain itu, wisatawan dapat menikmati kuliner khas toraja, kesenian tradisonal Toraja dan tentunya harumnya kopi toraja di destinasi baru ini.

Dalam launching objek wisata tersebut, Jendral Konsulat Australia Makassar Richard Mathews yang bersama kadis pariwisata meresmikan objek wisata Hutan Bambu To’ Kumila yang terletak di Lembang Tonga Riu, Kecamatan Sesean Suloara, Jumat (21/06/2019).

Pada sambutannya, Harli Patriatno mengungkapkan terima kasihnya kepada selurh pihak yang telah membantu pengembangan objek wisata Hutan Bambu To’ Kumila ini, antara lain Pemerintah Austarlia, Australia Institute, Yayasan Toraja Melo, DMO, dan tokoh-tokoh masyarakat.

“Hutan bambu ini merupakan salah satu objek wisata alam yang luar biasa. Selain itu, konsep yang diterapkan di objek wisata ini dapat menjadi contoh untuk objek-objek wisata lainnya di Toraja Utara dengan keunikanny masing-masing,” jelas Harli.

Keunikan lain yang disuguhkan objek wisata ini ialah pasar tradisionalnya yang menjual makanan khas Toraja serta hasil kerajinan tangan yang berasal dari bambu.

Dimana proses jual beli di pasar ini, wisatawan yang berkunjung harus menukarkan mata uang rupiah dengan voucher yang terbuat dari bambu sebagai alat tukar atau alat pembayaran saat membeli barang di lokasi objek wisata tersebut.

Nilai voucher pun yang ditukarkan itu senilai dengan jumlah uang yang di tukarkan.

Dikesempatan yang sama, Ketua Yayasan Toraja Melo, Dani Parura menuturkan bahwa dalam tahun ini sudah direncakanan pengembangan untuk 4 desa sekitar To’ Kumila, tetapi masih menunggu hasil dari OW To’ Kumila ini.

Sementara itu, Konsulat Jenderal Australia Makassar Mr. Richard Mathews mengungkapkan bahwa To’ Kumila begitu luar biasa dan sangat indah.

“Kami sangat antusias mendukung objek wisata hutan bambu ini. Konsep yang ditawarkan sangat menarik dan sangat penting untuk dikembangkan. Harapan kami, dengan adanya objek wisata hutan bambu ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar objek ini, serta dapat menjadi contoh untuk desa wisata lainnya,” tutur Richard Mathews.

Launching objek wisata Hutan Bambu To’ Kumila ini ditandai dengan pemukulan gendang serta penanaman bibit pohon bambu oleh rombongan Australia Institute, serta rombobgan tour dari Amerika

Destinasi wisata Hutan Bambu To Kumila’ yang sudah ketiga kalinya dilaksanakan dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dan roda empat dengan estimasi perjalanan sekitar satu sampai satu setengah jam dari pusat kota Rantepao, yang kedepannya akan dilaksanakan dua bulan sekai dengan konsep ramah lingkungan, bebas plastik .

Adapun beragam souvenir yang dijual khas setempat, seperti mug , peralatan dan makan minum dari bambu, serta kuliner tradisional seperti pokon, umbi-umbian, jagung, pidang ,sokko’ , kuririk, juice terung belanda , sayur mayur organik, sambil dihibur kesenian khas musik bambu, tarian manganganda’ dan lain sebagainya.
(Wid)
Sumber : Kominfo Kab. Toraja Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *