132 views

Afid : Mana Janjinya Pak Bupati Di TPA Karua, Jangan Anggap Kami Warga Yang Tak Tahu Apa-Apa

 

TORAJA UTARA , MA – Masalah sampah dan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di kabupaten Toraja Utara tak kunjung ada penyelesaiannya.

Mengapa tidak, sampai saat ini kembali masalah lokasi pembuangan sampah jadi persoalan yang serius di tengah makin hari makin banyak sampah bertumpuk di beberapa titik dalam kota Rantepao.

Seperti halnya lokasi pembuangan sampah yang berada di karua, kecamatan Balusu dimana telah dibuat dari awal menjadi lokasi yang akan permanen namun sampai sekarang belum bisa di fungsikan karena terkendala di beberapa ketentuan yang disepakati bersama antara masyarakat sekitar dengan pemerintah daerah.

Ini juga disampaikan langsung lewat via telepon oleh Afid Toding Allo, selaku warga di lembang karua kecamatan balusu bahwa hari ini ada sekitar 10 mobil Truk pengangkut sampah masuk lokasi TPA dan 1 Truk sampah sudah di tumpahkan di sana namun 9 Truk di tahan oleh warga sekitar. Kamis (4/7/2019)

“Hari ini ada sekitar 10 truk pengangkut sampah ke lokasi TPA tapi di tahan oleh warga yang 9 truk yang masih bermuatan tumpukan sampah sedangkan 1 truk sudah menurunkan sampah di dalam lokasi”, ungkap Afid.

Lanjut Afid beberkan bahwa kami selaku warga terpaksa menahan truk pengangkut sampah karena apa yang kami sepakati bersama Bupati Toraja Utara, belum di laksanakan tapi pihak Pemda malah seenaknya buang sampah begitu saja di lokasi tersebut.

“Ada kesepakatan antara warga sekitar bersama Pemda bahwa lokasi TPA bisa difungsikan jika Pemda menyelesaikan perbaikan jalan utama masuk lokasi yang juga di lalui oleh warga serta harus ada lebih dulu mesin pengolahan sampah di lokasi TPA”, terang Afid.

Kekesalan warga itulah menjadi sebuah perlawanan dengan menahan mobil truk pengangkut sampah dan Afid pun sampaikan bahwa “Mana Janjinya pak Bupati terkait TPA Karua dan jangan anggap kami adalah warga yang tak tahu apa-apa”.

Afid pun membeberkan jika lokasi TPA tersebut berada di atas dari pemukiman penduduk yang berjarak kurang lebih 50 M sedangkan lokasi yang ditunjuk menjadi AMDALnya berada di Lilikira’ kecamatan Nanggala, kok Pemda Toraja Utara hanya menyepelekan hal ini dari segi kesehatan warga dan seenaknya langsung buang sampah tanpa perhatikan kelayakan penggunaan sebuah TPA terlebih dahulu.
(Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *