128 views

Forum Mahasiswa Toraja Gelar Aksi Di Polres Dan Kejari Tator Terkait Kasus Dugaan Korupsi

 

TANA TORAJA, MA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Toraja (FORMAT)-Makassar, gelar unjuk rasa di Mako Polres Tana Toraja, Senin (08/7/2019).

Dalam aksi unras tersebut dikoordinir oleh Korlap Muh.Taufik Parende (Mahasiswa UKIP Makassar Fakultas Teknik Jurusan Sipil).

Unjuk rasa dari Mahasiswa tersebut bergerak dari titik kumpul di halaman kantor PKK kemudian bergerak ke Mako Polres Tator dengan Long March dan dibawah pengawalan serta Monitoring oleh Gabungan Personil Res.Tator.

Selesai lakukan orasi di depan Mako Polres Tator kemudian para mahasiswa diterima oleh Kapolres Tator, AKBP Julianto P Sirait.SIK.SH, yang didampingi AKP.Jon Paerunan selaku Kasat Reskrim Polres Tator bersama IPTU IGN Adi Suarmita.SIK sebagai Kasat Intelkam Res.Tator, dan PS.Kanit Tipikor Sat.Reskrim Polres Tator Bripka Siswanto EB.

Pada dialog dengan Kapolres, para mahasiswa menyampaikan beberapa point’ pentung sebagai tuntutannya yakni meminta Polres Tator agar transparan dalam proses penanganan kasus dugaan korupsi.

Dan tuntutan lainnya yakni Mendesak Polres Tator mengusut tuntas dugaan Korupsi Pembangunan Toilet di Objek Wisata Religi Burake, Korupsi Proyek Air Mancur Makale, Korupsi di Lingkup BPBD Kab.Tator, Korupsi Pembangunan dan Pengoperasian Dana SIAK Kab.Tator.

Dikesempatan yang sama, Kapolres Tator menjelaskan kepada para unjuk rasa jika Proyek Pembangunan Toilet di Objek Wisata Buntu burake tidak seperti yang digembor-gemborkan selama ini bahwa Pembangunan Toilet memakan biaya 1 Milyar lebih, tapi jumlah itu merupakan akumulasi keseluruhan dari proyek penataan objek wisata burake, dan juga Pihak Polres Tator tengah menunggu Hasil Audit Tim Inspektorat Daerah.

Lanjut Kapolres sampaikan bahwa terkait Kasus Korupsi Proyek Air Mancur Kolam Makale sampai saat ini Pihak Polres bersama dengan Pihak Kejaksaan tengah mengumpulkan Data Awal/Penyelidikan terkait dengan proyek air mancur sebelah barat tahun tahun anggran 2017 yaitu 2 air mancur yang tidak bisa terpakai.

Dan untuk Kasus Korupsi di Lingkup BPBD telah dilaksanakan Pemeriksaan kepada Pegawai dan Kepala Dinas BPBD serta hasil audit telah diminta ke Tim Ahli dalam hal ini Inspektorat Daerah namun hingga saat ini hasil Auditnya belum turun ke Polres Tator.

Lepas penyampaian aspirasi serta dioog dengan Kapolres, para mahasiswa kemudian lanjut gelar orasi ke Kantor Kejaksaan Negeri Makale dan lakukan audiens yang diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Makale Jefri P Makapedua, SH. MH.

(Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *