123 views

Ini Poin-Poin Penting Hasil Reses DPRD Toraja Utara

 

TORAJA UTARA,MA – Anggota DPRD Toraja Utara gelar rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses masa sidang 2 tahun anggaran 2019, yang disampaikan di hadapan Bupati Toraja Utara, Kala’tiku Paembonan, di ruang sidang paripurna DPRD Toraja Utara, Sabtu (13/7/2019).

Paripurna penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD Toraja Utara dari tiap daerah pemilihan tersebut dihadiri oleh Bupati Toraja Utara, Kala’tiku Paembonan, anggota DPRD dan beberapa pimpinan OPD.

Adapun hasil reses dari setiap wilayah pemilihan dengan mekanisme kunjungan langsung untuk menginventarisir usulan masyarakat dan permasalahan di tengah masyarakat maupun melaksanakan sosialisasi Perda ke masyarakat, yakni;

Dari dapil 1 di sarankan kepada bupati untuk segera membuat perda tentang pemberian nama jalan serta nomor rumah pada setiap wilayah pemerintah Toraja Utara guna mempermudah dalam mencari alamat, bahkan di harapkan kepada bupati untuk mempertegas melalui OPD terkait larangan parkir di trotoar sepanjang jalan jalur dua maupun membuat bangunan diatas trotoar.

Wilayah dapil 2 ada beberapa sekolah di usulkan seperti perbaikan atau penataan lingkungan sekolah maupun laboratorium sekolah sedangkan dapil 3 menguat persoalan penyelesaian lokasi TPA dan peningkatan kapasitas puskesmas di semua wilayah di Toraja Utara dengan melihat keberadaan puskesmas di daerah pemilihan 3 Toraja Utara.

Dan dapil 4 sangat menekankan prioritas jalan segera di berikan perhatian serta terkait zonasi terhadap siswa maka diharapkan ke bupati agar memperhatikan sarana prasarana sekolah di pelosok secara merata serta tenaga pendidik agar siswa tidak menjadi siswa yang ketinggalan dalam memperoleh pendidikan.

Kemudian untuk dapil 5 menekankan perhatian akan peningkatan lokasi objek wisata dan penataan ataupun penertiban kembali bangunan bantaran sungai maupun sempadan jalan.

Tak hanya itu, hasil reses dari dapil 6 pun memberikan penekanan terhadap persoalan pemerataan sarana prasarana pendidikan juga terkait adanya sistim zonasi terhadap para siswa dan lewat pembaca laporan juga menyampaikan akan sikap dan reaksi dari salah satu Perusahaan yang dari akibat proyek yang dikerjakan di pengkaroan Manuk sehingga membuat jalan poros semakin rusak gara-gara dilalui oleh mobil yang berbeban berat.

(Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *