112 views

KABAR SULAWESI TENGAH : Sarana MCK Di SMP 7 Luwuk Utara Ambruk

 

Luwuk Utara, MA – Sungguh sangat memprihatinkan melihat situasi kondisi MCK/WC milik Sekolah SMP 7 Luwuk Utara Salodik yang sudah tidak dapat di gunakan lagi sebagai sarana pembuangan air besar maupun air kecil oleh para siswa-siswi SMP 7 tersebut akibat dari pada rusaknya bak sepiteng yang sudah roboh.

Kerusakan MCK/WC itu di perkirakan kurang lebih sudah hampir dua tahun lamanya tidak mendapat perhatian dari Dinas pendidikan kabupaten Banggai sehingga Siswa-Siswi maupun dewan Guru di SMP 7 Luwuk Utara mengalami kesulitan untuk membuang hajat air besar maupun air kecil

Sejumlah siswa SMP 7 di konfirmasi oleh tim investigasi media Abpedsi.com di sekolah senin 15/8/2019 membenarkan persoalan MCK/WC yang tidak bisa di gunakan lagi karna faktor dinding pondasi dan lantainya sudah jebol dan rusak parah ujar siswa serentak.

Beberapa orang tua Siswa-siswi juga mengeluh dan kemudian meminta untuk segerah memberitakan persoalan kendala MCK/WC Sekolah SMP 7 Luwuk Utara yang sudah tidak bisa di gunakan untuk membuang hajat air besar maupun air kecil agar cepat mendapat respon dari pemerintah hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai

Masalahnya sudah kurun dua tahun lamanya Siswa/siswi SMP 7 Luwuk Utara Salodik kesulitan membuang hajat air besar/kecil hingga terpaksa buang hajatnya ke sungai walaupun itu menyalahi aturan, “pencemaran lingkungan” kata orang tua Siswa itu agak geram

Kepala sekolah SMP 7 Luwuk Utara mengakui bahwa apa yang di sampaikan siswa-siswinya itu benar sesuai bukti dan kenyataan itu sangatlah kesulitan apabila membuang hajat besar dan kecil karna MCK/WC sekolah kami ini sudah tidak bisa di gunakan lagi dan hal ini sudah berulang kali di sampaikan ke Dinas bahkan juga bersama dengan proposalnya yang kami buatkan namun sampai pada saat ini juga belum di sahuti.

Harapan kami dari pihak sekolah melalui bantuan media kiranya Dinas Pendidikan secepatnya mengupayakan perbaikan MCK/WC sekolah SMP 7 Luwuk Utara karna kondisi sekolah yang tanpa ada WC tidak akan menciptakan kenyamanan ditambah lagi masuknya siswa baru ini semakin sulit lagi mencari tempat membuang hajat air besar maupun air kecil menutup pembicaraan. (Nakir Sulina) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *