136 views

KABAR LUMAJANG : TPA Lumajang Jadi Percontohan Di Indonesia

 

Lumajang, MA – Suatu tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Kabupaten Lumajang menjadi percontohan di Indonesia. Namun, Pemkab. Lumajang akan terus berbenah dalam pengelolaan sampah tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML, saat menyambut peserta Workshop Pengoperasian dan Pemeliharaan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Sampah, di Panti PKK, Lumajang, Kamis (18/07/2019)

Peserta Workshop Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI tersebut sengaja di bawa agar dapat melihat dari dekat TPA Sampah yang ada di Kabupaten Lumajang, yang dipandang paling memenuhi syarat sebagai percontohan di Indoneaia.

Kegiatan itu merupakan rangkaian dari workshop pengoperasian dan pemeliharaan TPA sampah, yang diikuti oleh 55 kepala OPD Dinas Lingkungan Hidup se-Indonesia.

Cak Thoriq menjelaskan, bahwa Kab. Lumajang merupakan kota yang berukuran sedang. Jadi, masalah yang dihadapi tentang pengelolaan sampah pun di kategori sedang. Tidak sebesar kota yang lain. Namun ia juga menegaskan, tidak akan membiarkan sampah-sampah menumpuk.

“Kami akan terus mengurai sampah sejak awal, mumpung belum menumpuk dan menjadi besar,” tuturnya

Ia menegaskan, Pemkab. Lumajang akan selalu terbuka dengan seluruh laporan yang di menjadi keluhan dari masyarakat, melalui laporan dari aplikasi maupun media sosial. Setiap laporan yg masuk Langsung akan kami tangani serius.

Pemkab. Lumajang akan terus berbenah dalam pengelolaan sampah, dengan harapan, kedepannya penyelesaian sampah dilakukan sendiri oleh masyarakat. Hal tersebut merupakan landasan utama demi terciptanya masyarakat yang peduli terhadap sampah dan lingkungannya.

Usai mengikuti workshop, rombongan tim Kementrian PUPR RI juga menyempatkan mengunjungi lokasi TPA di Desa Lempeni Kecamatan Tempeh, guna melihat secara langsung Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPA) yang berada di Kabupaten Lumajang.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR RI, Drajat Wijumarso, ST, M.Si., menyampaikan, bahwa kunjungannya bersama rombongan bermaksud ingin memberikan pembelajaran kepada pemerintah kabupaten/kota se Indonesia, khususnya yang mengolah bidang persampahan untuk bisa lebih mengetahui teknis operasional dan pemeliharaan TPA.

Menurutnya, Kabupaten Lumajang merupakan kabupaten kecil, namun dapat mengelolah sampahnya dengan baik, dengan melakukan penutupan sampah dengan pasir atau tanah, dan itu sudah menjadi program periodik dari Dinas Lingkungan Hidup untuk mengelolah sampahnya di TPA. Untuk itu, Lumajang dipilih karena dilihat dari keberhasilan Pemerintah didalam mengelolah masalah sanitasi, salah satunya masalah sampah dan limbah rumah tangga.

“TPA Lempeni, menurut kami bisa dijadikan pembelajaran buat kabupaten/kota lain yang sudah punya TPA,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Ir. Yuli Haris, berharap TPA bukan hanya sebagai tempat pembuangan sampah atau pemrosesan akhir sampah saja, tetapi harus dapat dijadikan tempat edukasi.

“SOP kita dinilai baik, ini menjadi suatu kebanggaan bagi Lumajang. 55 kepala DLH dan kepala TPA se Indonesia datang untuk belajar, sharing dan berbagi apa saja yang sudah kami lakukan, sehingga TPA ini tetap beroperasional dan melakukan penanganan sampah dengan baik,” jelasnya.

Usai diterima Bupati di Panti PKK, rombongan melanjutkan ke lokasi TPA di Desa Lempeni Kec. Tempeh dan makan siang bersama di kawasan obyek wisata Pemandian Alam, Selokambang. (Djaka)

Jurnalis :Djaka pratama

Editor : Senopati agul

Publsher: Redaksi

Copyright @ 2019 Abpedsi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *