148 views

KABAR PROBOLINGGO : Setiap Cinta Adalah Kehidupan, tapi Setiap Luka Bukan Keterpurukkan : Oleh Viana Safara

Probolinggo, MA – Setiap orang sah sah saja jatuh cinta, mencintai dan terluka, karena dalam cinta semua merasakan warna hidup seakan hidup bagaikan gelora melebihi panasnya api.

Bahkan terkadang, karena cinta pula hidup seperti bagaikan singgasana utama. Melihatnya, mencintainya bahkan cukup mendengarnya adalah hal yang tidak akan terlupakan.

Ya namanya jatuh cinta, apa sih yang nggak indah? Segala hal akan terasa indah bila berdua dengan orang yang dicinta. Nah, kalau terluka bagaimana?

Dalam percintaan tidak mungkin tidak meninggalkan luka, karena luka adalah goresan tajam yang menandakan bahwa kita ini adalah manusia. Tapi apakah dengan luka mengartikan keterpurukan?

Viana Safara kepada media Abpedsi.com Mengatakan, ” Jangan berpikir seperti itu. Luka adalah kehidupan, menata kembali hal-hal yang telah hancur berantakan akibat cinta yang lalu adalah keharusan. Kalau luka itu keterpurukan, maka buanglah bahagia dan anggaplah bahagia itu tidak pernah ada, dan lupakan bahwa kau adalah manusia,”ucapnya Viana

Lebih lanjut Viana Safara menjelaskan,”Hidup ini berjalan dengan suka duka sesuai dengan apa yang kita alamin pada akhirnya bakal happy ending kok, kalau mau hidup lo cuma sebatas dia, dia, dan dia tanpa berani maju ke depa,” ungkap Viana Safara di kediamannya Situbondo, Selasa (23/7/19).

Justru luka itu buat lo makin ke depan. Semakin banyak luka semakin lo mampu menjadi bijak. Ibarat pisau yang semakin diasah akan semakin tajam. Matahari boleh hilang di senja, bulan boleh melebur di fajar, tapi lo nggak boleh terpuruk hanya sampai di sini,”pungkasnya Viana Safara. (Senopati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *