123 views

KABAR DUMAI : Datuk Bandar Bakau, Darwis Dan Pecinta Alam Bahari (PAB) Bereaksi, Terkait Penebangan Mangrove di Areal Pelsus PT. Pertamina RU II Dumai

 

Dumai, MA – Pengelolaan Wilayah Pasir dan Pulau – Pulau Terluar, bisa menyebabkan pidana beserta denda, jika terbukti menebang pohon mangrove. Karena penebangan berdampak pada Pasal 35 hurup e, f dan g UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang perubahan fungsi lingkungan dan merusak ekologi alam, terjadinya akumulasi pencemaran dan menurunkan kualitas air.

Sedangkan fungsi dari adanya pohon mangrove, adalah untuk mengurangi resiko bencana sebagai biofilter, untuk penetralisir logam berat dan sebagai daerah pemijahan dan asuhan ikan serta biota lainnya.

Selain itu pohon mangrove juga sebagai penahan erosi dan abrasi yang sangat berguna bagi kepentingan orang banyak. Sehingga dengan banyaknya fungsi pohon mangrove, pemerintah melarang adanya penebangan.

Berdasarkan informasi dan temuan di lapangan terjadi penebangan pohon mangrove di sekitaran Dermaga Pelabuhan Khusus (Pelsus), di Areal PT. Pertamina RU ll Dumai. Di ketahui terjadi sekitar Bulan November 2018, tentunya atas kejadian tersebut perlu dilakukan tindakan sesuai hukum berlaku oleh Instansi terkait atau para penggiat yang konsen terhadap Lingkungan.

Karena pembabatan pohon mangrove dengan berbagai alasan jelas – jelas melanggar ketentuan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Di antaranya dengan jelas dan tegas mengatur larangan penebangan pohon mangrove di wilayah 130 kali jarak pasang laut terendah dan pasang laut tertinggi.

Larangan pembabatan pohon di pinggir laut atau mangrove tertuang dalam pasal 50 UU Kehutanan, dan diatur masalah pidananya pada pasal 78 dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Apabila penebangan pohon mangrove di Dermaga Pelsus RU II Dumai dilakukan tidak sesuai aturan dan terindikasi adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, tentunya sangat di sayangkan.

Karena Pertamina selama ini di kenal sebagai salah satu BUMN di Indonesia, dengan konsep pembangunan ramah lingkungan dan itu tercermin dari adanya warna Hijau pada logonya. Salah satu penggiat Lingkungan Kota Dumai, Darwis lebih di kenal dengan sebutan Datuk Bandar Bakau.

Di wakili oleh beberapa pengurus Pecinta Alam Bahari (PAB) Dumai terlihat menyambangi Polres Dumai Rabu, 24 Juli 2019, tepatnya di ruangan KBO Sat Intelkam Polres Dumai, sekira pukul 12:05 WIB. Kunjungan itu terkait rencana penyampaian orasi di PT. Pertamina RU II Dumai, Jumat 26 Juli 2019, Pukul 13:30 s/d 16:00 Sempena menyambut Hari Mangrove Sedunia.(Budi H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *