128 views

Irwan Bachri Syam Menekankan Agar Setiap BUMDES Menjadi Pendorong Inovasi Desa

 

LUWU TIMUR,MA – Menghadiri kegiatan Syukuran Bersih Desa Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menghimbau kepala desa agar setiap desa menggali dan mengembangkan potensi desanya masing-masing sehingga dapat menunjang sektor ekonomi ditingkat desa, Rabu (24/07/2019).

“Mulai saat ini, mari kita pikirkan program yang hendak dikembangkan berdasarkan potensi desa masing-masing demi memajukan pendapatan masyarakat di desa,” ujar Wabup Irwan dalam sambutannya.

Saat ini terdapat sejumlah desa di Kabupaten Luwu Timur memiliki beragam potensi yang patut dikembangkan demi menunjang sektor perekonomian masyarakat, lanjutnya.

Irwan mencontohkan wilayah Loeha Raya di Kecamatan Towuti yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani lada, yang mana kedepannya Pemda berencana, di wilayah ini akan dijadikan kawasan sentra pengembangan lada.

Dan juga seperti Desa Sorowako yang cocok untuk pengembangan potensi disektor pariwisata maka Pemerintah daerah akan fokus mengembangkan wilayah itu untuk tujuan pariwisata.

Menurut Wabup bahwa begitu banyak potensi desa yang harus dikembangkan dan untuk itu diperlukan sinergitas yang baik antara Pemerintah Desa dan pengelola BUMDes, untuk menggali secara optimal potensi desa.

“Dengan keberadaan BUMDes, nantinya desa juga diharapkan bisa berinovasi dalam mencari produk unggulan masing-masing dan bisa memasarkannya,” jelas Irwan.

Irwan mewakili Jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam syukuran tersebut mengapresiasi capaian hasil panen petani di Desa Wonorejo. Dirinya berharap agar hasil panen setiap tahunnya bisa terus meningkat.

“Dengan bersyukur itu, maka nikmat selalu bertambah. Selaku Pemerintah daerah saya mengapresiasi sinergitas Pemerintah Desa, Bumdes dan kelompok tani. Jika semua bersinergi tentu akan menghasilkan capaian yang luar biasa,” tutur Irwan.

Irwan pun mengatakan jika harus ada lompatan inovasi. Produk beras Wonoerjo harus bisa dikelola Bumdes secara mandiri sehingga melahirkan icon produk lokal desa seperti produk beras Wonoerjo.

“Jika sudah dalam bentuk kemasan, tentu akan menambah nilai jual dari produk tersebut,” tutupnya.

(Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *