127 views

Aplikasi Jaga Desa Sudah Dilaunchingkan Di Makassar, Husler Berikan Apresiasi

 

LUWU TIMUR, MA – Aplikasi Jaga Desa secara resmi dilaunchingkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulselbar, Firdaus Delwilmar, di Balllrooom Phinisi, Hotel Claro, Makassar, Senin (29/07/2019).

Turut hadir dalam launching Aikasi Jaga Desa tersebut, Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Luwu Timur, Yohanes Avilla Awanto Putra.

Kehadiran Bupati bersama Kajari pada kegiatan tersebut karena Luwu Timur merupakan salah satu diantara 5 wilayah di Sulawesi Selatan yang ditetapkan sebagai Kawasan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Lepas launching aplikasi, Firdaus Delwilmar selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, mengatakan bahwa aplikasi Jaga Desa merupakan satu aplikasi yang memonitoring penyerapan dana desa berbasis digitalisasi.

“Ini sebagai salah satu wujud pelaksanaan zona integritas wilayah bebas korupsi dengan target tata kelola Pemerintah desa yang bersih dan melayani,” ungkap Firdaus.

Lanjut Kajati Sulselbar katakan bahwa ini juga salah satu cara untuk menjaga dan mengamankan penggunaan dana desa agar tidak dikorupsi dan dapat digunakan tepat waktu, tepat sasaran dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat desa yang merupakan salah satu pilar pergerakan ekonomi.

Kajati Sulselbar pun uraikan jika didalam aplikasi “Jaga Desa” itu mulai dari aplikasi tata perencanaan, penggunaan, pelaporan dan dimonitor dana yang keluar dari sistem atau perencanaan diberikan tanda-tandanya. Sehingga otomatis aparat yang mengawasi atau mengawal dana desa, khususnya kejaksaan dapat langsung mendeteksi dan turun ke lapangan untuk mengecek permasalahan yang ada.

Dikesempatan yang sama Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler katakan bahwa aplikasi ini memiliki manfaat mendukung kerja-kerja Kejaksaan dan Pemerintah dalam menangkal penyimpangan dana desa.

“Dengan diterapkannya aplikasi ini, nantinya akan membantu fungsi kontrol, dengan begitu akan menciptakan rasa aman dan kenyamanan kepala desa/perangkat desa sehingga tidak lagi terjadi kesalahan dalam pengelolaannya,” tutur Husler.

Dan atas nama Pemerintah Luwu Timur, kami memberikan apresiasi kepada KejaksaanTinggi dalam mewujudkan transparansi pengelolaan dana desa melalui aplikasi Jaga Desa, sambungnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Yohanes Avilla Awanto Putra juga katakan, bahwa aplikasi Jaga Desa merupakan program hasil kerjasama antara Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam rangka mengawal penyaluran dan pemanfaatan dana desa.

Terkait aplikasi Jaga Desa, Kejari Luwu Timur memang ditunjuk menjadi salah satu zona integritas menuju WBK dan WBBM sesuai dengan surat kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar.

“Jadi ini dalam rangka mewujudkan Kejari Luwu Timur sebagai zona berintegritas,” pungkas Kajari Lutim.

Peluncuran aplikasi Jaga Desa ini juga dirangkaikan dengan pembukaan Bimtek Aplikasi Jaga Desa untuk Aparatur Desa Kabupaten Bone.
(Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *