92 views

Diduga Program Kerja Desa Taworara Asal Jadi

NTT (MA)- Program Kerja Desa Taworara Kecamatan Wewewa Barat dari tahun anggaran 2018 dibawah kepemimpinan mantan Kepala Desa periode 2013-2019 Tomas Bulu Malo dinilai abal-abal dan meninggalkan kesan yang sangat buruk. Pasalnya, pengerjaan jalan desa di dusun 3 tepatnya kampung Wee Oba enggan dituntaskan.

Hal di atas disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Desa Taworara Marselinus Ngongo Bali, pada Rabu, (31/07/19) di rumah kediamannya.

Dikatakannya, pengerjaan jalan tersebut menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dianggarkan tahun 2018 silam. Dengan memiliki volume kurang lebih 2 km. Dalam pengerjaannya, menurut Marselinus, tidak ada papan informasi proyek. Sehingga jumlah anggaran yang digunakan tidak diketahui oleh masyarakat Desa Taworara. Bahkan tidak diketahui CV mana yang mengerjakannya.

Ia menuturkan bahwa sebenarnya penyelesaian jalan desa tersebut harus tuntas pada tahun 2018 silam. Namun hingga kini, jalan tersebut tidak diselesaikan dengan baik. Sehingga dirinya menduga mantan kades menyalah gunakan keuangan desa.

“Ya seingat saya, tidak ada papan tender, jalan itu dikerjakan begitu saja oleh saudara mantan kades sendiri, saya dan masyarakat lain akan terus berjuang dalam menelusuri kasus ini sesuai regulasi yang berlaku, inikan fakta fisik, kita tidak mengada-ngada dan saya siap bertanggung jawab,” tegasnya.

Lebih lanjut, Marselinus menjelaskan dalam pengukuran jalan terdapat dua rabat memiliki panjang masing-masing kurang lebih 40 m, dua tembok penahan, namun tidak ada bukti fisik sampai saat ini. Serta memiliki empat deker yang tidak ditimbun. Sementara dalam penyiraman sirtu pun dilakukan secara lari-lari dan tidak diwalas atau dikeraskan.

Melihat sikap arogan kepala desa yang masih menjabat saat itu, Marselinus dan beberapa masyarakat lainnya memagari jalan dengan menggunakan belahan bambu. Dengan demikian, lanjutnya, kades dapat membuka mata dalam menyelesaikannya.

Namun nyatanya, Marselinus sangat menyayangkan sikap pemimpin wilayahnya yang hanya mendiam diri. Ia mengharapkan persoalaan ini dapat dituntaskan dengan baik. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan jalan tersebut.

“Kami sudah pagari jalan itu supaya kades bisa membuka mata, tetapi kades malah tambah diam, ketika keluarga yang memiliki lahan mencoba mengkonfirmasi ke mantan kades itu, ia malah menjawab saya pikir sudah selesai, saya sangat prihatin tanggapan seorang pemimpin wilayah seperti itu,” keluh dirinya.

Menanggapi hal di atas, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Benediktus Dondo membenarkan bahwa pengerjaan jalan yang diusulkan pada tahun 2017 harusnya selesai pada tahun 2018 silam, namun saat ini faktanya belum dituntaskn.

Menurutnya, persoalan jalan tersebut sudah pernah dikonfirmasikan kepada kades yang menjabat saat itu untuk menindaklanjuti program desa yang masih tunggak. Namun, tidak mendapatkan realisasi yang baik.

“Jalan desa itu sebenarnya harus tuntas pada tahun 2018, namun tidak ada realisasinya. Saya menduga ada penyalahgunaan dana desa untuk pembuatan infrastruktur itu, kalau saja diselesaikan sangat menguntungkan dalam mengekspor komoditi-komoditi hasil lahan petani,” jelas Benediktus.

Selain itu, selaku ketua BPD, dirinya tidak pernah menandatangani LPJ. Pasalnya, pimpinan wilayah Desa Taworara yang masih menjabat saat itu, tidak pernah menunjukan LPJ tersebut. Sehingga dirinya sangat menyayangkan tindakan mantan kades yang dia anggap otoriter itu.

“Kami pasif saja, kita tidak dilibatkan secara penuh, mau ngotot kami juga menjaga, tidak pernah tanda tangan LPJ itu. memang apa yang rasakan itu yang saya katakan, tidak mungkin saya mengada-ngada, saya juga takut kalau memberi pernyataan yang salah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Benediktus menjelaskan bahwa setiap ada program desa untuk tahap penganggaran dirinya tidak pernah dilibatkan. Dirinya hanya dilibatkan dalam MusrembangDes. Ia mencontohkan bahwa dalam pembentukan BUMDES pun dirinya tidak mengetahui.

“Saya hanya sebatas dengar cerita, hubungan antara kades tidak jelas, ketika mendengar alat berat turun untuk mengerjakan jalan itu saya pun kaget.”tutupNya”(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *