287 views

Rapat Koordinasi Terkait Pemberitaan Di SDN 3 Rantepao, Klarifikasi Kepsek : Hanya Diskomunikasi Saja

 

TORAJA UTARA ,MA – Terkait berita mengenai dugaan kepsek SDN 3 Rantepao yang tidak transparan dalam pengelolaan dana BOS, Marthen S. Pairunan sebagai kepsek disekolah tersebut mengklarifikasi akan berita itu bahwa sebenarnya tidak ada namanya insentif tapi biaya makan minum kepanitiaan.

“Saya selaku kepala sekolah SDN 3 Rantepao jelaskan jika informasi soal insentif ataupun honor penerimaan siswa baru, itu hanyalah salah paham atau diskomunikasi saja karena dalam juknis BOS hanya diperbolehkan biaya makan minum dan itu sudah kami pertemukan bersama pengawas sekolah”, tutur Marthen S. Pairunan kepada media-abpedsi.com

Lanjutnya bahwa biaya itu diberikan sebagai pengganti uang pribadi para panitia selama kegiatan berjalan karena belum ada anggaran saat itu, jadi masing-masing gunakan uang pribadi dulu sehingga itu kita gantikan sebab sudah dianggarkan, jadi kami juga menganggap jika berita tersebut adalah suport positif agar kami berbenah jika ada kelalaian dalam kinerja kami.

“Jadi itu hanya diskomunikasi saja dan semua guru serta staf sudah saling memahami setelah pembicaraan kemarin. Kemudian tidak ada tanda bukti penerimaan yang diberikan saat itu tapi belum sempat di printkan karena padatnya kegiatan disekolah ini sampai 2 hari kemarin, tapi tetap akan diberikan tanda terimanya sesuai besaran masing-masing”, beber kepsek.

Disaat yang sama juga hari ini dalam sikapi berita tersebut, dinas pendidikan kabupaten Toraja Utara, langsung memfasilitasi penyelesaian masalah itu juga dengan digelar rapat koordinasi bersama secara terbuka.

Rapat Koordinasi SDN 3 Rantepao
Dihadiri Y. Sarengat Pairunan sebgai Plt.Kabid Dikdas dari dinas pendidikan, Suleman Tanda selaku ketua Komite, Kepala sekolah, para guru dan staff di SDN 3 Rantepao, serta LSM maupun pers turut hadir dalam rapat tersebut.

Plt. Kabid dikdas katakan bahwa rapat koordinasi ini diadakan secara mendadak karena ini terkait adanya berita di media akan sekolah ini.

Dan berita ini tayang bertepatan saat diadakan Bimtek di SDN 3 Rantepao beberapa hari lalu sehingga ini menciderai citra kita, berhubung sementara dalam sekolah binaan kementerian pendidikan.

“Nanti saya koordinasi dengan pers yang naikkan beritanya dan jika salah maka kita minta untuk luruskan namun jika benar maka kedepan kepala sekolah kita minta untuk perbaiki hal tersebut”, ungkap Y. Sarengat Pairunan.

Sementara kepala sekolah SDN 3 Rantepao, Marthen S. Pairunan sampaikan jika kemarin hari Rabu (31/7) sudah dipertemukan bersama pengawas dan pegawai/staf serta para guru.

“Kemarin kami sudah adakan pertemuan bersama pengawas dan berbicara secara hati ke hati, sehingga hasilnya bahwa jika ada kesalahan yang dilakukan oleh pimpinan maka akan diperbaiki”, terang kepsek, Marthen S. Pairunan, dalam penjelasannya dalam rapat koordinasi, Kamis(1/8/2019).

Adapun hal-hal yang kurang dalam pengelolaan dana BOS maka kami akan perbaiki, tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Suleman Tanda sebagai ketua komite sekolah di SDN 3 Rantepao, menjelaskan bahwa berita ini adalah edukasi positif bagi kita sehingga entri point sebagai rekomendasi dari komite bahwa satuan pendidikan bukan hanya dari komite dan pers yang menjadi sosial kontrol tapi penting kepada guru dan staf juga sebagai fungsi kontrol mengawasi pengelolaan sekolah.

“Ini merupakan hal positif bagi kita akan berita tersebut karena dapat membangun kita”, ujar Suleman Tanda.

Jadi kedepan pengelolaan dana BOS agar dibicarakan secara bersama melalui rapat bersama secara terbuka.
(Wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *