157 views

Terkait PTSL,Kakam Untoro Angkat Bicara

Lampung (MA)- Terkait isu yang beredar tentang pungutan biaya pembuatan akte kepemilikan tanah dengan program PTSL di kampung Untoro kecamatan Trimurjo,Lampung Tengah.Rohmat selaku kakam setempat membantah hal itu.pasalnya pengajuan pembuatan akte tanah tersebut bukanlah melalui PTSL,melainkan jalur kolektif.

Saat ditemui dikediamannya,Kamis (8/8/2019).Rohmat selaku kakam mengatakan bahwa pada tahun 2016 pengajuan pembuayan akte kepemilihan bidang bukan melalui jalur PTSL,akan tetapi melalui jalur Kolektif atas dasar permintaan warga.mengingat besarnya biaya pembuatan akte.

” waktu itu warga meminta diajukan pembuatan akte kepemilikan lahan.maka dari itu saya tanyakan kepihak BPN bagaimana acuannya.dan ternyata acuan dari BPN bisa memakai jalur Kolektif,yang dalam arti pengajuan dengan jumlah minimal seratus bidang dan itu pun lahan persawahan bukan lahan sebidang tanah atau pekarangan.maka hal itu saya sampaikan ke warga dan warga setuju.jadi bukan jalur PTSL.”jelasnya.

Ia pun membenarkan bahwa adanya sejumlah biaya pembuatan akte.adapun biaya tersebut atas acuan dari pihak BPN yakni dari Pimpinan Proyek (Pimpro), Rp. 1.000.000 rupiah perbidang.yang digunakan untuk pembiayaan pengukuran dan lainnya.

” dalam pengajuan itu ada sekitar 40 bidang yang sudah membayar.dan bayarnya baru Rp.300.000.dan sudah dilakukan pengukuran diwaktu itu.nah sewaktu dalam proses waktu itu, ada kabar kalau kampung kami akan mendapatkan PTSL dan kami pihak kampung mengumpulkan warga untuk menerangkan bahwa yang sudah mengajukan akan kami gabungkan ke program PTSL karena biaya lebih murah hanya Rp.200.000.jadi kami sepakat yang sudah bayar Rp.300.00 akan kami kembalikan Rp.100.000.”terang Rohmat.

Dirinya pun menjelaskan bahwa program PTSL tersebut hingga saat ini belum juga terealisasi hingga jabatan dirinya hampir habis. Dan dirinya (Rohmat,red) telah mengembalikan biaya Rp.300.000 kepada pihak yang mengajukan pada saat itu melalui jalur Kolektif.

“Saya sudah kembalikan itu biayanya kepada warga.mengingat jabatan saya yang sudah hampir abis periodenya. “Ucapnya. (ari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *