116 views

Ir. Toga Tampubolon : Berharap KPK Segera Penjarakan Zulkifli AS dan Ungkap Oknum Pemberi Gratifikasi

 

Dumai. (Abpedsi.com) -Zulkifli Adnan Singkah (ZAS) di tetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.
Penetapkan ZAS, Wali Kota Dumai 2016 – 2021 sebagai tersangka pada dua perkara,” ucap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (03/05/2019).

Untuk perkara pertama yaitu suap, ZAS diduga memberikan Rp 550 juta kepada Yaya Purnomo untuk mengurus anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN – P tahun 2017 dan APBN tahun 2018 Kota Dumai.
Sedangkan untuk perkara keduap yaitu gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Untuk kedua perkara korupsi tersebut KPK menjerat ZAS dengan Pasal 5 Ayat (1) hurup a atau b dan Pasal 12 B atau Pasal 11 atau Pasal 13 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Untuk perkara pertama jelas siapa pihak penerima suap dari ZAS, namun untuk perkara ke dua sampai sekarang siapa oknum pemberi gratifikasi kepada ZAS, belum pernah diungkap, tentu ini menjadi sebuah pertanyaan bagi penggiat anti korupsi Kota Dumai dan salah satunya Ir. Toga Tampubolon dari Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Riau.

Ketika berbincang ringan dengan awak media, Jumat (09/08/19), Toga menyatakan keprihatinan dan salah satu terkait lambatnya KPK menahan dan menjebloskan ZAS ke penjara” Kita berharap KPK secepatnya menahan Walikota Dumai, karena sejak ditetapkan menjadi tersangka beberapa bulan lalu, ZAS sampai sekarang masih bebas menghirup udara segar.” ungkapnya.

Selanjutnya ia menambahkan ” pencekalan terhadap ZAS hampir berakhir dan dengan akan berakhirnya masa pencekalan terhadap ZAS, apabila tidak dilakukan penahanan di khawatirkan bisa saja yang bersangkutan kabur atau melarikan diri. Dan apabila belum ditahan juga Toga berharap pencekalannya segera di perpanjang dan jika perlu ditahan saja tersangka korupsi KPK tersebut, seterusnya ia juga akan berkoordinasi dengan LCKI Pusat terkait masalah ini, agar LCKI surati KPK”. harap Toga.

Namun yang paling penting KPK harus ungkap ke publik, siapa sebenarnya oknum pemberi grarifikasi Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel kepada ZAS. Agar ada rasa keadilan, karena pemberi dan penerima grarifikasi sama statusnya di depan hukum, termasuk katanya ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Dumai di duga bertindak sebagai perantara dan pengalang dana gratifikasi untuk Yaya Purnomo.

Penulis : Budi Haryanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *