204 views

Diduga SPBU Tetebassi Makale Layani Pengisian BBM Dengan Biaya Tambahan 10.000 Perjerigen

 

TANA TORAJA,MA – Kerap kali kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar terjadi di SPBU yang ada di Toraja dan bukan hanya jenis solar tapi kadang juga BBM jenis pertalite serta premium juga cepat habis yang mengakibatkan hampir tiap hari terjadi antrian panjang di beberapa SPBU di Toraja.

Fenomena ini pun menjadi sebuah pertanyaan bagi pengendara mobil yang ikut dalam antrian pengambilan BBM di SPBU dan hal ini juga kembali terjadi hingga sore tadi di SPBU Tetebassi Makale kabupaten Tana Toraja, Sabtu (10/8/2019).

Berdasarkan keterangan dari salah satu warga yang ditemui di depan SPBU Tetebassi sore tadi (10/8) yang sempat mengambil BBM jenis pertalite dan premium bahwa jenis solar lagi habis jadi hanya sempat isi 2 jerigen.

“Ia, ini saya bawa 3 jeregen 30 Liter tapi hanya 2 yang bisa terisi karena solar lagi habis”, ungkap warga yang enggan ditulis namanya.

Saat di tanyakan soal adanya biaya tambahan setiap mengambil BBM dengan wadah jerigen, warga itupun menjawab bahwa memang ada biaya sebesar Rp. 10.000/jerigen.

“Ya, ada dibayar biaya tambahan setiap jeregen sebesar sepulu ribu rupiah (Rp. 10.000) dan jika ada 5 jerigen saya bawa, ya biaya tambahan lima puluh ribu rupiah”, beber warga tersebut.

Sebelumnya juga (9/8), Ibrahim Ada’ sebagai kepala desa saluallo kecamatan sangalla utara mengatakan bahwa masyarakatnya keluhkan pengambilan bahan bakar pakai jerigen di SPBU Tetebassi yang masih ditagih 15 ribu/jeregen walupun ada surat pengantar dari desa.

“Masyarakat saya mengeluh akan adanya biaya tambahan jika mengambil bahan bakar di SPBU Tetebassi dengan menggunakan jerigen, sekalipun itu ada surat pengantar mereka bawa dan saya pun bertanya – tanya dalam hati bahwa apakah ini bukan pungli ataukah memang sudah begitu aturannya”, ungkap Ibrahim Ada’.

Dikonfirmasi lewat sambungan selluler ke Riswan selaku penanggungjawab pengelolah SPBU (9/8), dan hal tersebut di benarkan jika ada biaya tiap jerigen yang diserahkan ke karyawan.

“Ia pak, itu ada yang diberikan oleh masyarakat yang ambil BBM gunakan jerigen dan diterima oleh karyawan yang kemudian mereka bagi saat mereka sudah mau pulang”, terang Riswan.

Bahkan Riswan juga akui jika itu sudah lama terjadi sebelum ia ada di SPBU Tetebassi sebagai pengelola.

Secara terpisah, Ahad selaku Comrel MOR VII SULAWESI bahwa hal ini akan dilakukan investigasi lanjut.

“Kami akan lakukan investigasi lebih lanjut terkait oknum operator yang melanggar aturan terkait kejadian itu”, pungkas Ahad.

Ini sebuah fenomena yang memanfaatkan sebuah kesempatan dalam proses pendistribusian serta penyaluran BBM ke konsumen dan bisa berakibat pelanggaran hukum.

Kejadian inipun sudah sangat bertentangan dan melanggar Peraturan Presiden No 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Dimana dilarang keras untuk menjual Bahan Bakar Minyak Premium dan Solar kepada jerigen dan drum untuk dijual kembali ke konsumen.
(Wid)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *