118 views

Gema Sholawat Gaung Tradisi Warga Nahdiyin DiBumi Blambangan

Banyuwangi (MA)- Masih dalam nuansa hari raya idul Adha, atau masyarakat pesisir muncar dengan sebut “Reajeh” kemarin senin (11/8/2018 )mengadakan korban dengan berbagi untuk umat,  kini semarak sholawat rutinan, Majelis Ngaji & Sholawat “Riyadhul Musthofa” Dihalaman Masjid Jamik Al- Ikhlash hingga menutup jalan Raya Muncar -Srono.

Kapolsek Muncar AKP. M Zainuri S.sos
bersama Habib Yahya Assegaff juga Tokoh Muda H. Riediyanto , Ust Bahrudin selaku takmir Masjid Ikhlash dan segenap jamaah yang menghadiri,  larut dalam sholawat yang menyejukkan hati,  didukung oleh suara merdu para pemuda pesisir pantai muncar yang membacakan, sholawat “shimtud duror”

Dalam sambutannya Ketua takmir Masjid Al-ikhlas,  berterimakasih atas kerjasama srmua pihak, dan berterimakasih kepada Forpimka yang di wakili oleh Kapolsek Muncar  Akp M. Zaenuri S.sos,  yang menghadiri dzikir ngaji dan sholawat

Kapolsek Muncar berkesempatan menyampaikan sambutan dalam gelaran rutinan tersebut,  dalam memelihara keamanan dan kedamaian itu memang tugas kami dari pihak kepolisian, dengan sholawat itu bisa membuat keamanan dan kenyamanan,  Muncar aman karna ada sholawat,  sholawat dapat membuat kesejukan , sesekali Kapolsek tersebut melantunkan lagu Sholawat,  dan berharap kedepannya kita tetap mengkumandangkan sholawat, berharap berkah Barokah dan keamanan di negara yang kita cintai,

H. Riediyanto mengatakan sangat bersyukur atas anugrah ini bersholawat di idul Adha dan agustus ini ada nilai positif,  juga mendoakan para ulama yang berjuang merebut kemerdekaan dari para penjajah,  kita sebagai generasi NU,  tetap berkomitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan, dan saling menghormati perbedaan sesama anak bangsa,

Selain itu dimomen yang penuh berkah mari kita berdoa semoga kita dihindari dari bencana dan musibah, dan mendatangkan Barokah dari dzikir berdoa,  dan kita doakan para pemimpin bangsa kita demi mensejahterakan rakyat indonesia,

Denting hadrah yang berkumandang seakan menaburkan keberkahan dalam dalam setiap gerak dan bacaan Religius khas warga NU, Jawa Timur,

Pada akhirnya acara juga menyanyikan lagu Indonesia Raya karna dalam nuansa HUT Kemerdekaan RI yang ke 47, juga bertahlil untuk KH Maimoen Zubair yang meninggal dunia di saudi arabia,  tahun ini. (saiful).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *