171 views

Aksi Bejat Oknum Pendidik Di Tana Toraja Terhadap Siswinya Mengotori Dunia Pendidikan

 

TANA TORAJA,Media-abpedsi – Lagi – lagi Unit PPA Polres Tana Toraja kembali melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur, Jumat (16/8/2019).

Adanya laporan tersebut, Unit PPA langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban dan para saksi, sehingga dari hasil pemeriksaan diduga keras telah terjadi dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur di ge’tengan kelurahan Rantekalua kecamatan Mengkendek, Tana Toraja.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut diketahui pencabulan tersebut dilakukan oleh oknum ASN bernama IG (56) yang juga merupakan kepala sekolah swasta lanjutan atas terhadap anak siswinya bernama NS (16) yang dilakukan di rumah pelaku.

Perlakuan pencabulan itu berawal pada bulan April 2019 saat IG menyuruh NS untuk memijatnya diruang tamu dimana hanya mereka berdua berada dirumah, dan berselang sekitar 15 menit kemudian pelaku meminta untuk dipijat dalam kamar hingga kesempatan tersebutlah IG lakukan aksi bejatnya ke NS.

Akibat dari kebejatan itu, IG ditahan berdasarkan Pasal 81 ayat (2) Undang – Undang RI NO. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI NO.01 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU RI NO.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang – undang berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LPB / 93/ VIII / 2019 / SPKT tanggal 15 Agustus 2019.

Terpisah melalui sambungan whatsapp, Ferryanto Belopadang selaku direktur LSM Lekat mengutuk keras akan tindakan kepala sekolah IG tersebut dan menganggap bahwa ini sudah kejadian yang luar biasa akan keseringannya oknum pendidik di Toraja mengotori dunia pendidikan dengan aksi cabulnya.

“Kecenderungan terjadi pelecehan dan persetubuhan anak dibawah umur di Toraja oleh oknum Guru sebagai pendidik, dan ini sudah kondisi luar biasa yang menodai serta mengotori dunia pendidikan di Toraja”, ungkap Ferryanto.

Bahkan Ferryanto meminta aparat penegak hukum agar memproses kasus seperti ini yang sering berulang dengan memberikan sanksi hukuman maksimal dan mendesak pembina kepegawaian pemerintah Tana Toraja agar mengusulkan pemecatan terhadap setiap oknum pendidik seperti ini.

“Kami juga minta aparat penegak hukum agar memproses dan sedapatnya diberikan sanksi hukuman maksimal, bahkan kepada Pembina Kepegawaian Pemkab Tator (Bupati) agar mengusulkan pemecatan bagi yang bersangkutan”, tegas Ferryanto

Kejadian pencabulan terhadap anak dibawah umur oleh oknum pendidik yang sudah sangat meresahkan bahkan sudah mengotori dunia pendidikan di Toraja ini, harusnya sudah menjadi acuan bagi Pemda di Tana Toraja maupun Toraja Utara mambuat perda khusus mengatur sanksi perbuatan seperti ini dan juga Tokoh Agama, maupun Tokoh Masyarakat segera adakan pertemuan besar untuk sikapi hal ini.
(Wid).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *