108 views

KABAR PROBOLINGGO : Jaringan Gas 4000 Rumah Tangga Sudah Tersambung

 

Probolinggo, MA – Untuk tahun 2019, Kabupaten Probolinggo mendapatkan alokasi jaringan gas sebanyak 4000 Sambungan Rumah (SR). Jumlah ini akan bertambah menjadi 10.000 SR, karena pada tahun 2020 mendatang mendapatkan tambahan sebanyak 6000 SR. Hanya saja untuk sementara, fokus dari SR jaringan gas ini berada di wilayah Kecamatan Tongas dan Sumberasih.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi. “Saat ini proses jaringan pipa untuk tahun 2019 sudah sampai ke rumah-rumah masyarakat. Jaringan pipa induk sudah siap dan tinggal mengkoneksikan dengan jaringan SR saja,” katanya.

Menurut Susilo, proses pengerjaan pipa SR jaringan gas di wilayah Kecamatan Tongas dan Sumberasih sudah hampir rampung. Pihaknya memastikan pada bulan September 2019 mendatang, sebanyak 4000 SR sudah bisa diresmikan dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Untuk pembangunan pipa induk MRS (Metering Regulating Station) ditempatkan di RSUD Tongas dan proses pembangunannya sudah hampir selesai. Sementara pembangunan RS (Regulating Station) sebanyak 5 (lima) titik sudah dalam tahap akhir,” jelasnya.

Susilo menerangkan untuk pipa dalam jaringan gas ini aman karena sudah SNI (Standart Nasonal Indonesia) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Direktorat Jenderal (Dirjen) Migas (Minyak Bumi dan Gas). Intinya pipa jaringan gas ini aman tidak mengganggu dan merusak jaringan yang ada.

“Keunggulan gas bumi dibandingkan dengan LPG bersubsidi tekanannya lebih rendah, sehingga lebih aman digunakan dalam rumah tangga. Selain itu, tingkat konsumsinya dalam sebulan bisa menghemat sampai 40% dari penggunaan biasanya. Misalnya dalam satu bulan rumah tangga yang menggunakan LGP 3 Kg menghabiskan sebesar Rp 74 ribu, maka jika menggunakan jaringan gas bisa hemat sampai 40%,” terangnya.

Menurut Susilo, jaringan gas ini peruntukannya untuk rumah tangga dan bukan konversi dari LPG 3 Kg yang peruntukannya untuk keluarga pra sejahtera dan usaha mikro. Ini adalah proyek vital nasional ke depan penggunaan gas untuk rumah tangga melalui saluran gas bumi. Nantinya ketika sudah diresmikan masyarakat akan diberikan bantuan kompor.

“Program pemanfaatan gas bumi ini bertujuan untuk efisiensi karena ini merupakan energi terbarukan yang cukup untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Harapan ke depan agar masyarakat memahami bahwa ini merupakan proyek vital nasional dalam rangka efisiensi dengan memanfaatkan gas bumi,” pungkasnya. (Abah Jaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *