141 views

KABAR PROBOLINGGO : Reresik Pantai Duta, Kumpulkan 143 Kg Sampah

Probolinggo, MA – Suasana berbeda terlihat di Pantai Duta di Desa Randutatah Kecamatan Paiton, Kamis (22/8/2019). Ratusan orang dari kalangan pelajar, praktisi lingkungan, instansi terkait dan masyarakat tampak gotong royong membersihkan sampah di sepanjang bibir pantai.

Kegiatan bersih-bersih sampai di Pantai Duta ini merupakan bagian dari program “Reresik Pantai” yang digelar oleh PT YTL Jawa Power Paiton, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, SLM dan Rethink Campaign.

Dari aksi Reresik Pantai Duta ini terkumpul sampah sebanyak 143 Kilogram dengan rincian 60 Kg sampah organik, 5 Kg sampah daur ulang dan 78 Kg sampah residu. Selanjutnya untuk sampah organik akan dibawa ke Pasar Kebonagung Kecamatan Kraksaan, sampah daur ulang ke Kantor DLH Kabupaten Probolinggo dan sampah residu ke TPA Seboroh Kecamatan Krejengan.

Kegiatan Reresik Pantai ini dihadiri oleh Direktur PT YTL Jawa Power Witchart Von Herrach dan jajaran PT YTL Jawa Timur, Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari, Project Manager Rethink Campaign Zizi Gia Vikhansa, Pokdarwis Pantai Duta, siswa siswi SMA Tunas Luhur Paiton dan SMP Bakti Pertiwi Paiton.

Aksi Reresik Pantai Duta ini diawali dengan penampilan Tari Kiprah Gilang dan dilanjutkan dengan sosialisasi tentang mengompos limbah organik oleh Wilna Santi dari Kota Tanpa Sampah. Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan pertunjukan bakat dari peserta atau teater tentang penanggulangan sampah plastik dan diakhiri dengan penampilan beberapa lagu dari Nugie.

Direktur PT YTL Jawa Power Witchart Von Herrach mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik dan mengolahnya kembali menjadi organik.

“Pantai dan lingkungan bukanlah tempat sampah. Kita sebagai orang tua harus cinta kepada lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut Witchart meminta agar memulai pengurangan penggunaan sampah plastik ini dengan cara memulai kontribusi yang nyata. “Katakan tidak kepada kantong plastik dengan cara membiasakan diri membawa wadah sendiri ketika berbelanja. Sebab selama ini sudah banyak makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik. Semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi untuk mengurangi keberadaan sampah plastik,” tegasnya.

Sementara Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari menyampaikan terima kasih atas kegiatan reresik pantai yang diinisiasi oleh PT YTL Jawa Power dengan harapan sangat barokah dan menjaga bumi dari kerusakan. Persoalan sampah ini sudah menjadi persoalan internasional, karena berdasarkan data Indonesia termasuk urutan kedua penghasil sampah.

“Terima kasih pada adik-adik sekolah ini ikut bergabung dalam rangka kegiatan bersih-bersih pantai yang dilakukan pada sore hari ini. Di Kabupaten Probolinggo potensi sampah per tahun sekitar 166.000 ton. Yang bisa kami kelola hari ini dan diangkut ke TPA Seboroh masih sekitar 24%,” katanya.

Menurut Hasyim, agar supaya potensi sampah ini semuanya bisa terkurangi dan terkelola, Bupati Probolinggo sudah memberikan surat pelimpahan kepada kepala desa, karena di Permendes Nomor 16 tahun 2018 ada kewajiban bagi desa untuk memasukan pengelolaan sampah dalam Dana Desa.

“Kemudian pada saat hari raya Idul Adha, Bupati Probolinggo sudah mengeluarkan surat edaran kepada semua masjid, semua takmir masjid dan semua yayasan yang mengelola kurban tidak boleh menggunakan tas kresek dan harus menggunakan besek dari bambu dan anyaman daun kelapa,” terangnya.

Kemudian sebulan yang lalu terang Hasyim, Bupati Probolinggo sudah mengedarkan surat kepada seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan perusahaan tentang pengurangan sampah plastik dan tas sekali pakai. Diharapkan sudah tidak ada yang menggunakan minuman-minuman dalam kemasan.

“Pertengahan bulan September mendatang, kami mempunyai kegiatan care free day. Nantinya akan dibagikan tumbler bekerja sama dengan seluruh perusahaan. Ke depan kita membiasakan diri membawa tempat minuman sendiri dalam rangka mengurangi sampah plastik,” tegasnya.

Hasyim menambahkan sampah sudah menjadi masalah nasional dan internasional. Oleh karena itu, untuk menanggulanginya diperlukan penyadaran-penyadaran dalam upaya menyadarkan masyarakat, khususnya para anak muda agar supaya mereka mau cinta kepada kebersihan.

“Harapannya kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan istiqomah dilaksanakan di hampir semua wilayah di Kabupaten Probolinggo. Supaya sampah plastik ini bisa terkurangi. Tentunya dukungan dari para perusahaan sangat kami butuhkan,” pungkasnya.

Sedangkan Project Manager Rethink Campaign Zizi Gia Vikhansa mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengajak orang-orang untuk sadar konsumsinya. Jadi mengurangi sampah itu tidak hanya di hilir tetapi juga hulunya.

“Untuk tahap pertama ini kita mau mengajak anak-anak untuk sadar dulu ternyata sampah yang kita konsumsi sekarang ini masih ada di sekitar. Jadi kita mau dampaknya ini masih ada di sekitar kita. Oleh karena itu kami ingin mengajak teman-teman untuk bertanggung jawab sama sampahnya,” ungkapnya. (Hari Irama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *