152 views

Hidup Bertoleransi Di Toraja Sudah Ada Sejak Dari Dulu Dalam Ikatan Adat dan Budaya

 

TANA TORAJA,Media-Abpedsi – Pemda Tana Toraja menggelar seminar Adat dan Tradisi yang digelar di gedung Tammuan Mali’, Kelurahan Bombongan, kecamatan Makale, Tana Toraja, Selasa (27/8/2019).

Seminar ini merupakan hari kedua yang telah dilaksanakan sejak hari Senin (26/8) dimana kegiatan tersebut adalah serangkaian dari event budaya Toraja 2019 dengan mengusung tema “Budaya Toraja Perekat Bangsa”.

Hadir dalam seminar dihari kedua ini yakni Nikodemus Biringkanae selaku Bupati Tana Toraja, tokoh adat, tokoh agama, pemerhati budaya, pemerintah kecamatan, kelurahan dan pemerintah Lembang (desa) se Tana Toraja, bahkan dihadiri oleh jajaran dari OPD.

Adapun Narasumber yang dihadirkan adalah Yohanis Metris, MTh selaku ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Tana Toraja, Pdt. Daniel Kendek selaku ketua sinode Gereja Pantekosta , Pdt. Yulius Tandirerung, Allo Kadang dari ketua Alukta.

Yohanis Metris dalam penekanan materinya manyampaikan bahwa hidup damai dalam keberagaman di Toraja sesuai nilai Pancasila, itu sudah ada tertanam hidup di masyarakat Toraja sejak dari dulu.

“Sejak dari dulu hubungan bertoleransi di Toraja sudah ada, yang hidup selalu damai dalam kemajemukan serta keberagaman”, papar Yohanis Metris, MTh.
(Widian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *