157 views

Masakan Pamarrasan Dari Buah Keluak Dominasi Festival Kuliner Masakan Hitam Di Tana Toraja

 

TANA TORAJA,Media-Abpedsi

– Rangkaian event budaya Toraja 2019 hingga hari ini masih berkelanjutan dimana kali ini digelar Festival Kuliner Masakan Hitam yang bertempat di halaman kantor PKK Tana Toraja, Rabu (28/8/2019).

Dalam festival kuliner masakan hitam ini dikunjungi langsung oleh Nikodemus Biringkanae Selaku Bupati Tana Toraja dan Wabup Tana Toraja, Viktor Datuan Batara, Sekda Tana Toraja, Kapolres Tana Toraja, Dandim 1414/Tator, kadis Pariwisata, dan camat dari 12 kecamatan yang mengikuti festival.

Dan juga mendapat kunjungan oleh Julie Trisnadewani selaku sekretaris Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bersama Tim Kajian Pembudayaan Pancasila.

Adapun kecamatan yang mengikuti festival masakan hitam ini yakni kecamatan Rantetayo, Rembon, Masanda, Bittuang, Mengkendek, Gandasil, Bonggakaradeng, Sangalla Utara, Saluputti, Makale Utara, Makale Selatan, dan Malimbong Balepe’.

Dalam kesempatannya, Viktor Datuan Batara menyampaikan ajakan ke para peserta dan pengunjung untuk tidak menggunakan lagi wadah plastik sebagai bahan pengemas.

“Mulai hari ini kita membiasakan tidak menggunakan wadah plastik untuk mengemas makanan dan minuman karena berdasarkan riset ternyata wadah itu menyebabkan kanker”, ujar Viktor Datuan Batara.

Pada festival kuliner masakan hitam ini ditampilkan dari setiap kecamatan yang ikut berbagai masakan tradisional dengan warna yang serba hitam yang bahannya dari pamarrasan (isi biji buah keluak), ikan, belut, dan daging ayam, bahkan juga jenis kue yang di tampilkan berbahan dasar tepung beras ketan hitam, serta nasi dari beras hitam.

Bahan ini dimasak dalam berbagai cara juga seperti dibakar, dipiong (dimasak) dalam wadah bambu, dan lauk di masak air yang disebut masakan pamarrasan.

Bahan Pamarrasan sendiri diambil dari isi biji buah tanaman keluak (pangi) yang sudah dikeringkan hingga menjadi hitam.

Seperti juga yang dilansir dari media sindomanado.com (2/12/2018) bahwa daun tanaman pangi (keluak) yang memiliki nama latin Pangium Edule Reinw diketahui punya senyawa yang mampu menghambat virus HIV.
(Widian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *