112 views

Seorang Bocah Tenggelam Diarea Tempat Pembuangan Limbah PG Djatiroto

 

Lumajang, MA – Siswa SMP bernama Farel (13 tahun) yang beralamat di RT 03 / RW 01 Desa Jatiroto Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang ditemukan tewas di Sungai pembuangan limbah milik pabrik Jatiroto yang biasa disebut dengan nama kali anget. jum’at (06/09/2019) sore.

Kali anget adalah sebutan untuk sungai pembuangan limbah milik PG Jatiroto dimana air yang mengalir disana memang terasa hangat, sejak dulu sungai tersebut memang menjadi tempat kegemaran bagi sebagian warga yang berada di sekitaran PG Jatiroto walaupun sebenarnya area tersebut dilarang untuk dimasuki.Karena begitu membahayakan bagi jiwa.

Menurut informasi yang kami terima, Meninggalnya Farel di Kalianget tidak ada yang tau persis kejadiannya namun keluarga korban yang merasa curiga karena Farel tidak pulang – pulang setelah berpamitan kepada ibunya untuk mandi di kalianget, akhirnya sang ibu bersama keluarga yang lain mencari di sekitaran kalianget dengan dibantu karyawan PG Jatiroto dan pada akhirnya ditemukan di kubangan kali anget di area dalam PG Jatiroto.

Kapolsek Jatiroto AKP Bambang S. saat berada dilokasi kejadian membenarkan bahwa ada seorang pelajar SMP yang meninggal akibat tenggelam di sungai tersebut.

“Ya disini lokasi tenggelamnya anak tersebut, keluarga tidak berkenan untuk dilakukan visum dan menerima atas kecelakaan yang menimpa anak tersebut”. Ungkapnya.

“Kami meminta kepada pihak PG Jatiroto untuk melakukan penjagaan lebih ketat dan memberikan pagar pembatas untuk area yang berbahaya, serta saya menghimbau kepada masyarakat yang berada disekitar PG Jatiroto agar tidak lagi mandi di kali anget karena sangat berbahaya, dengan harapan tidak akan ada lagi korban jiwa disini”. Tuturnya Kapolsek Jatiroto

Sementara itu Pihak keamanan Jatiroto (Pakam) Muhammad Aksin juga membenarkan atas kecelakaan di area kali anget ini namun pihaknya tidak tahu persis kejadiannya.

“Saya tidak tau persis kejadiannya tau – tau saya dapat info bahwa ada anak meninggal disini”. Paparnya

“Kita sebenarnya serba repot, sebenarnya sudah kita larang dan di depan sana sudah ada dua penjaga tapi namanya anak – anak kadang manjat lewat tembok belakang dan itu lepas dari pantauan,” Ujar Pakam

“Mulai besok disini kita akan pasang ram sebagai penutup sungai dan walaupun sudah ada larangan selain karyawan dilarang masuk tapi tetap saja ada yang masuk karena di PG ini terlalu banyak pintu masuk, oleh karena itu kita akan batasi pintu masuk agar orang yang tidak berkepentingan terhadap PG tidak masuk”.Terangnya.

Jurnalis:Djaka Pratama
Editor :Redaksi
Copyright:@ 2019 Abpedsi.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *