930 views

Perlakuan Tidak Menyenangkan Terjadi Pada Wartawan

Cirebon (MA)-lagi lagi sikap tidak menyenangkan terjadi terhadap wartawan. Senin  (2/9/2019) bertempat di SDN 2 SINDANGKASIH seorang oknum Polisi anggota Polsek Beber telah bertindak arogan terhadap awak media , hal ini terjadi pada saat awak media akan melaksanakan tugas nya melakukan konfirmasi terkait kegiatan Pelaksanaan Rehabilitasi Ruang Kelas di SDN 2 SINDANGKASIH Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon.
Saat awak media hendak konfirmasi keberadaan kepala SDN 2 SINDANGKASIH Hj.Teti Herawati,S.Pd kepada Guru yang berada di kantor Guru tersebut dan mereka mengatakan bahwa Kepala sekolah dan bendahara sedang rapat di Dinas pendidikan Kabupaten Cirebon.”ungkap salah seorang Guru yang berada di Ruang Kantor.
 kami meminta untuk di hubungkan oleh kepala sekolah tetapi jawaban mereka sama bahwa kepala sekolah tidak bisa di ganggu karena sedang rapat di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, untuk memastikan keberadaan Kepala sekolah kami konfirmasi langsung ke Kabid SD Disdik Kabupaten Cirebon via telpon untuk mempertanyakan apa betul kepala SDN 2 sedang berada di Disdik, dan jawaban dari Kabid SD Disdik kabupaten mengatakan kalau hari ini tidak ada jadwal Rapat di Disdik untuk Wilayah Kecamatan Beber khusus nya SDN 2 SINDANGKASIH ,dan Kabid SD Disdik Kabupaten juga menyarankan kepada kami untuk menghubungi kepala SDN 2 SINDANGKASIH via telpon atau menunggu Kepala sekolah tersebut.
Pada saat wartawan menunggu di teras ruangan Guru tiba-tiba datang oknum anggota Polsek Beber lengkap dengan seragam dan mobil Dinas berhenti di depan SDN 2 SINDANGKASIH mereka langsung turun dari kendaraan Dinas tersebut dan langsung memaki kami dengan ucapan yang tidak pantas di ucapkan oleh seorang Aparat Penegak Hukum yang nota bene adalah pengayom masyarakat, selain itu juga oknum aparat anggota Polsek Beber tersebut menyita beberapa Kartu Tanda Penduduk  (KTP) dari awak media ini, Hal ini sangat di sayangkan dengan sikap arogansi dari oknum anggota Polsek tersebut.
Berdasarkan UU No.40/1999 tentang PERS,tentang ketentuan Pidana Pasal 18 berbunyi “setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 yang isinya berbunyi (terhadap Pers Nasional tidak di kenakan penyensoran,pembredelan,atau larangan penyiaran) dan ayat 3 berbunyi (untuk menjamin kemerdekaan Pers, Pers Nasional mencari, memperoleh, dan menyebar luaskan gagasan dan informasi) terkait menghalang-halangi upaya media untuk mencari dan memperoleh informasi dapat di pidanakan dalam Pidana kurungan selama 2 tahun atau denda Rp.500.000.000,00(Lima Ratus Juta Rupiah).
Pemimpin Redaksi Media Abpedsi melalui Telefon Celular  mengatakan kan akan mengambil sikap untuk menuntut oknum polisi tersebut di jalur hukum dan melaporkan kedivisi propam Polri apabila pihak polres tidak tegas memproses oknum polisi tersebut ujarnya M.Anwar,SH
(inka).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *