158 views

Fran Ingin Jadikan Metro Smart City

 

Lampung (MA)- Fran pria kelahiran Metro pemilik nama lengkap Dr.Eng.Fritz Akhmad Nurzir.ST.MA.IAI di sudut pandang masyarakat kota Metro,Lampung sangat cocok untuk menjadi pemimpin.di lihat dari kemampuan dalam menata kota,dirinya ingin menjadikan Kota Metro sebuah kota Smart City.

Dibalik sosoknya (Fran,red) merupakan anak ke tiga dari Lukman Hakim yang pernah memimpin Kota metro selama dua Periode.dan terbukti dari kemimpinan Lukman selama dua periode tersebut perkembangan kota Metro begitu pesat.tidak dipungkiri kemampuan memimpin dari sang ayah akan terturun ke diri Fran.

Terlebih latar belakang dirinya cukup mampu di bidang pengembangan dan pembangunan sebuah daerah dengan Konsep Metro Smart City.

Fran menjelaskan sebuah Kota itu ada beberapa aspek penunjang yang penting dan memang menjadi kebutuhan sebuah Kota, yakni, adanya Ruang Publik yang terdiri dari ruang Kreativitas Komunitas, Area Hijau, Rekreasi Keluarga dan ruang aktivitas sosial.adanya Transportasi Inklusif terdiri dari ruang untuk pejalan kaki, Tempat Pengelolaan Sampah Kota, Angkutan Umum dan Transportasi Inklusif.serta adanya Circular Ekonomy terdiri dari Objek Wisata Unggulan, Ekonomi Kreatif dan Masyarakat Edukatif.

Circular Ekonomi adalah konsep alternatif dari ekonomi linear (produksi, penggunaan, pembuangan) yang bertujuan untuk menggunakan potensi setiap material semaksimal mungkin serta untuk memulihkan material yang telah sampai pada usia akhirnya.

“Tiga hal ini yang memang harus ada dan sudah menjadi kebutuhan bagi suatu Kota,”katanya.

“Smart City”, Fran memaparkan, pada umumnya Smart City adalah sebuah kota yang mampu mengelola dan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki seperti sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya dapat hidup nyaman.

Smart City didefinisikan sebagai kota yang mampu menggunakan sumber daya manusia, modal sosial dan infrastruktur telekomunikasi modern untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang tinggi dengan manajemen sumber daya yang bijaksana melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat.

Konsep ini, lanjut Frans, akan terpenuhi apabila kota tersebut sudah mampu untuk mengelola sumber dayanya secara berkelanjutan menggunakan sistem terintegrasi serta memiliki infrastruktur dasar yang terpenuhi seperti air, listrik, sanitasi limbah, keamanan, pemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan, baik pemerintahan maupun masyarakat dan transportasi yang efisien sehingga dapat meningkatkan mobilitas masyarakat.

“Dalam konsep ini ada beberapa indikator dasar yang harus dipenuhi dalam mewujudkan Smart City yaitu masyarakat penghuni kota smart people, smart economy, smart governance, smart living, smart envoronment,”jelas Frans.

Fran juga mengatakan bahwa dengan mampu menerapkan atau memenuhi salah satu dari beberapa indikator tersebut diharapkan sebuah Smart City dapat membantu menyelesaikan masalah perkotaan, seperti transparansi dan partisipasi publik, keamanan, kemudahan transportasi publik, data dan informasi yang terpenuhi.

Konsep Smart City juga menerapkan lingkungan yang lebih lestari, karena konsep pengaturan limbah dan pengelolaan air yang lebih maju.

“Salah satu penerapan dari Smart City adalah penerapan smart governance yang bertujuan agar adanya pemerintahan yang transparan, kemudahan partisipasi publik, dan informatif,”pungkasnya.(rls/del).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *