168 views

Warga Nambo Minta DD Dilakukan Transparan

Banggai (MA)-  Anggaran Dana Desa Padungnyo Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, Propinsi Sulawesi Tengah dinilai bermasalah. Pasalnya, setiap item pekerjaan yang akan dilaksanakan, baik fisik maupun non fisik minim transparansi publik.
“Kami miris TPK (Tim Pelaksana Kegiatan), tidak pernah ada keterbukaan dalam pengelolaan anggaran dana desa,” kata sumber yang mengaku siap dikonfrontir.
Ia menuturkan, Hal ini sangat bertentangan dengan undang-undang keterbukaan pablik. Seharusnya, masyarakat dapat mengawasi dan memantau anggaran negara, baik Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) agar tepat sasaran. Selain itu, transparansi merupakan upaya mengantisipasi terjadi dugaan korupsi.
“Kami meminta pemerintah desa Padungnyo terbuka dalam pengelolaan ADD dan DD. Tidak diam-diam, seperti sekarang,” ujarnya.
Program pengadaan bantuan ternak ayam misalnya, belakangan diketahui berasal dari ADD hanya melahirkan kekecewaan kelompok masyarakat penerima bantuan di desa Padungnyo.
“Program tersebut, setelah ditelusuri tidak sesuai yang tertera dalam dokumen Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Seharusnya, dalam RAB Ayam Ras, tapi faktanya yang diadakan adalah ayam kampung,” ungkapnya.
Selain itu, tambah sumber yang sama, masih berdasarkan RAB, jumlah keseluruhan sebanyak 400 ekor. 200 ekor betina dan 200 ekor lainnya jantan. Dengan rincian angaran sebesar Rp. 185.000/ekor.
“Kalau ditinjau dari harga pembelian, seharusnya mengalami perbedaan. Sebab harga Ayam Ras lebih tinggi dibandingkan harga ayam kampung,” jelasnya.
Melihat kondisi ini, lanjut sumber tersebut, kami menduga dalam pengadaan itu terjadi markup anggaran. “Sehingga, kami berharap kepada aparat penegak hukum, agar mengusut adanya dugaan markup program Ayam Ras,” harapnya.
Lebih lanjut, dikatakannya, tidak hanya soal jenis yang bermasalah. Akan tetapi, saat proses penyerahan ayam kampung, justru kondisi ternak yang diserahkan banyak ayam sakit dan mati dari ayam hidupnya. “Ini yang bikin kita sangat kecewa sama pemerintahan pak kades padungnyo,” tutupnya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala desa Halima Ineng saat di konfirmasi sejumlah Wartawan dan Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di kediamanya membantah penilaian dan tudingan yang dialamatkan pada pemerintah desa padungnyo.
“Mengenai pengadaan ayam itu, sudah sesuai dengan proposal yang di ajukan. Apa maksud dan keinginan mereka, sementara kami pemerintah desa sudah melakukan hal yang terbaik kepada masyarakat,” imbuhnya.
Disinggung persoalan adanya, ayam sakit, bahkan mati. Kades Padungnyo, mengaku siap menggantikan lagi. “Tidak usah khawatir, karna ini adalah tanggung jawab pemerintah,” pungkas Kades Padungnyo. (Nakir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *