1.210 views

Warga Minta PT .Tanjung Enim Lestari Tanggung Jawab Dengan Limbah

Sumsel (MA)- Sabtu (1 /11/2019), tim Mediaabpedsi.com  berkunjung ke Desa Baturaja kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim, menindaklanjuti keluhan masyarakat pesisir sungai lematang dampak dugaan limbah dari PT. Tanjung Enim lestari Pulp and peper mencemari sungai lematang.
Menurut keterangan masyarakat dari Desa kuripan pada tanggal 28 oktober 2019 untuk mandi pun warga khawatir karena melihat air berwarna hitam kecoklatan serta berbau menyengat.
Tim meminta konfirmasi kepada ketua DPD KAMIJO kabupaten Muara enim saudara Nuramin di Desa Baturaja, menurut keterangan beliau membenarkan tentang dugaan limbah hitam dan kecoklatan mengalir di sungai lematang dari Desa Kuripan, desa Baturaja, desa Dangku,  dan desa Siku, limbah milik PT. Tanjung Enim lestari pulp and paper,  kerena pipa limbah perusahaan tersebut tepatnya ada di hulu desa Kuripan Selatan, kira-kira berjarak 1 km saja,  pipa limbah tersebut ada di sungai lematang,  jika musim kemarau bisa terlihat dari perahu nelayan, dan di duga ada pipa siluman untuk pembuangan limbah tanpa di olah terlebih dahulu.
Menurut keterangan saudara Nuramin sebagai Aktifis lingkungan dan Ketua DPD Kamijo,  sekarang ini lagi di buat draf tuntutan kepada PT Tanjung Enim lestari pulp and paper yang isinya sebagai berikut :
1. Menuntut PT. Tanjung Enim lestari pulp and paper, dari Desa Kuripan Selatan, Desa kuripan, Desa Baturaja, Desa Pangkalan Babat,  Desa Dangku dan Desa Siku menjadi Ring Pertama CSR termasuk tentang tenaga kerja.
2. Merekrut kembali asal jumlah tenaga kerja jatah Desa ke jumlah asal, yang meninggal, dipecat,  dan pensiun tiap-desa.
3. Wajib membantu Kurban sapi untuk Desa-desa pesisir lematang di kecamatan empat petulai dangku dan di kecamatan tanah abang kabupaten PALI.
4. membantu melalui CSR para nelayan pesisir lematang.
5. rekruitmen tenaga kerja desa-desa pesisir lematang termasuk di kecamatan tanah abang dari Desa Bumiayu,  Tanah abang selatan, tanah abang utara,  muara sungai,  curup,  suka raja,  sedupi, tanjung dalam, pandan dan modong,  masing-masing minimal 5 orang.
Dengan tegas saudara Nuramin mengatakan, jika tuntutan tersebut tidak di indahkan PT. Tanjung Enim lestari pulp and paper,  lebih baik pindahkan pipa pembuangan limbah tersebut dari sungai lematang, Kami tidak bermaksud menutup perusahaan tersebut,  tidak usah lah uji sana sini limbah melalui laboratorium,  yang pastinya di pesisir sungai lematang ini ada kehidupan dan itu manusia,  rakyat kecil yang punya HAK untuk hidup sehat,  baik secara kwalitas udara ataupun baku mutu air konsumsi,  ini tugas pemerintah sebatas mana berpihak pada rakyat.  (Pimred)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *