412 views

Waw, Tahanan Tewas Saat  Jalani Proses Hukum

NTT (MA)- Samuel Bulu Maru (48) alias Bapa Maya diduga tewas ketika menjalani penahanan di Polres Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Lelaki itu mendekam di sel sejak 27 Oktober 2019.
Ia ditangkap karena diduga sebagai salah satu orang dalam kelompok yang berselisih dengan kelompok lain. Perseteruan antara kelompok Surlena (kakak kandung Bapa Maya) dan kelompok Bapa Okta (Kepala Desa Dangga Mango) itu karena sengketa kepemilikan tanah.
Tanah itu belum bersertifikat, namun keluarga Surlena mengklaim membayar Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Sedangkan kelompok lawan menegaskan mereka memiliki hak tanah tersebut.
Bentrok dua kelompok terjadi pada 5 September, mengakibatkan seorang luka berat di bagian punggung karena tebasan parang, seorang tewas dan sebuah rumah kebun rusak di Desa Dangga Mango, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
“Kelompok Bapa Maya diduga [oleh polisi] jadi kelompok yang menyebabkan orang tewas dan rumah rusak,” ucap Ketua Lembaga dan Kajian Bantuan Hukum (LKBH) Sarnelli, Paulus Dwiyaminarta, ketika dihubungi reporter Tirto, Senin (4/11/2019).
Polisi telah melakukan gelar perkara dan menetapkan Bapa Maya serta empat lainnya jadi tersangka.
Penangkapan pria yang berprofesi sebagai petani itu bermula ketika dia sedang menemui anaknya di daerah Waingapu dan Lamboya untuk meminta biaya tambahan wisuda anaknya yang lain. Lantas ia dicokok.
Paulus menyatakan berdasarkan pengakuan almarhum, dia tidak berada di lokasi bentrok, melainkan hanya melihat peristiwa itu dari kampungnya.
“Karena Bapa Maya saat itu sakit, tapi rumahnya dekat dengan tempat kejadian,” ucap dia.
Ketika lelaki itu menjalani pemeriksaan kepolisian, kata Paulus, ia berstatus sebagai tersangka.
Bapak beranak empat itu ditempatkan di sel Polres Sumba Barat, dalam keadaan sehat. Pihak keluarganya pun mengaku melihat dia masih sehat, tidak memiliki riwayat penyakit berbahaya dan tidak pernah dirawat sebelum ditahan.
Pengacara dari Sarnelli, Umbu Tamu Ridi, menyatakan pada Kamis (31/10/2019), sekitar pukul 11-15, ia mendampingi Bapa Maya guna pengambilan keterangan BAP di bagian Sat Reskrim Polres Sumba Barat.
“Dia dalam keadaan pincang, kaki kiri tidak bisa jalan normal,” ucap Umbu ketika dihubungi. (Naldi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *