309 views

Pupuk Bersubsidi Langka di Tobasa, Warga Mengeluh, Begini Jawaban Dinas Pertanian Dan Perikanan Tobasa

Tobasa, Balige,Media-abpedsi. Com

-Sejumlah petani di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) khususnya di Kecamatan Balige mengeluh dan bingung atas kelangkaan dan sulitnya pupuk bersubsidi diperoleh para petani di kios kios pengecer.

Hotdin Sitinjak (54) petani di Kecamatan Balige, tepatnya di Desa Tambunan menyampaikan kekesalannya atas langkanya pupuk bersubsidi, saat ditemui (04/11/2019) di persawahan miliknya di areal persawahan Galung / Karcis. Hotdin mengaku harus membeli dan menggunakan pupuk nonsubsidi yang harganya cukup mahal, demi menjaga pertumbuhan padi miliknya yang berumur tiga minggu pasca ditanam.

“Biasanya pupuk subsidi jenis urea kami beli di Kota Balige dan Kota Laguboti seharga Rp. 100.000,- per sak. Namun saat ini pupuk urea nonsubsidi terpaksa kami beli seharga Rp.315.000,- per sak, pupuk Ponska berat 25 kg per sak seharga Rp. 190.000,- sedangkan pupuk SS Rp. 325.000,- per sak,” terang Hotdin Sitinjak.

Senada dengan petani lainnya J. Pakpahan (51) turut menyampaikan keluhannya “mau bilang apa lagi, mau tidak mau padi ini harus diberi pupuk. Kami berharap pada Pemkab Tobasa terlebih Dinas yang menanganinya, agar segera mengatasinya. Lihatlah kami warga yang kesulitan ini,” harap Pakpahan.

Terkait langkanya pupuk bersubsidi, Lena Pardede selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Perikanan Tobasa, berkantor di Desa Hutabulu Mejan saat dikonfirmasi di kantornya (05/11/2019) memberikan keterangan pada awak media. Diakui sejak bulan September 2019 di wilayah SUMUT umumnya ditemui kelangkaan pupuk bersubsidi. Hal itu disebabkan adanya pengurangan kuota pupuk bersubsidi.

Mengatasi hal itu, pihaknya sudah berupaya melayangkan surat tertulis untuk pengajuan kuota pupuk bersubsidi ke Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Propinsi Sumut, agar melakukan realokasi penambahan kuota pupuk bersubsidi antar Kabupaten.

“Pada bulan Oktober ini telah ada jawaban atas surat tersebut, yakni surat keputusan dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Propinsi Sumut tentang realokasi penambahan kuota pupuk bersubsidi. Berdasarkan realokasi penambahan tersebut kelangkaan pupuk bersubsidi akan dapat diatasi. Sesuai informasi terbaru yang kami terima, penyaluran pupuk dapat dilakukan pada Minggu ke dua pada bulan Nopember 2019 ini, pada tiap kios pengecer,” terang Lena Pardede.

Harapan dan saran dari Dinas Pertanian dan Perikanan Tobasa, melalui Lena Padede selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, diharapkan agar setiap kelompok tani yang ada di Tobasa membenahi penyususunan RDKK pupuk bersubsidi, untuk pemenuhan jumlah dan kuota pupuk bersubsidi yang diperlukan kelompok tani maupun masyarakat yang membutuhkan.

(Dahlan – Raju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *