122 views

Anak Dibawah Umur Memulung Botol Plastik Bekas Dibalik Keramaian Pergantian Tahun 2019-2020

 

PALOPO,MA-Malam pergantian tahun 2019-2020 di Lapangan Pancasila Kota Palopo,Sulsel beberapa hari yang lalu, terlihat begitu ramai dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah, baik dari kabupaten, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Toraja, bahkan ada yang dari Kota Makassar.

Memang pantas dan layak Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo diberikan apresiasi atas kesuksesannya menata sejumlah fasilitas umum. Hal itu jelas terlihat di area Lapangan Pancasila, dimana ratusan deretan gerobak kuliner tersedia disejumlah menu makanan dan minuman, sebagai pemikat para pengunjung, menjadi tempat tujuan bersantai melepas lelah, sembari menikmati indahnya pemandangan malam di Taman baru I AM PALOPO CITY.

Area Lapangan Pancasila dimalam pergantian tahun 31 Desember 2019, jelas terlihat, seakan berubah menjadi kota metropolitan kedua, dari Kota Makassar. Meski hujan mengguyur sekira pukul 23.50 Wita, namun tak menyurutkan semangat pengunjung untuk tetap bertahan, berlama-lama menunggu waktu yang dinantikan yakni, pukul 00.00 Wita, 1 Januari 2020.

Tahun pun berganti, 2019 berlalu dengan sederet kisahnya, dan kini telah tergantikan dengan 2020, sebagai lembaran baru, untuk kembali mengukir cerita yang baru pula.

Namun siapa yang menduga dibalik kemeriahan, dengan indahnya lampu hiasan taman, ditambah dengan suara letusan petasan mebuat suasana malam pergantian tahun 2019-2020 semakin meriah, ada pemandangan yang cukup menarik perhatian publik, yakni sekira pukul 23.50 Wita Selasa, 31Desember 2019 kala itu, hingga pukul 00.15 Wita, Rabu, 1 Januari 2020, ada dua sosok anak perempuan, sibuk memulung gelas dan botol plastik bekas, disela-sela mereka yang sedang menikmati indahnya suasana malam pergantian tahun 2019-2020.

Jika dibandingkan dengan anak-anak lain se usianya, malam pergantian tahun 2019 – 2020, harusnya menikmati ke indahan serta keramaian suasana malam tahun baru, dan berkumpul bersama keluarga juga orang tuanya.

Namun Putri (nama samaran) dengan wajah yang polos dengan mimik muka tersenyum mengatakan, dirinya lebih memilih bekerja memulung gelas dan botol plastik, demi membantu kedua orang tuanya, mencari nafkah demi kebutuhan keluarga, juga biaya sekolahnya.

” Ini sudah lama saya lakukan, sejak masih SD. Saya lebih memilih membantu orang tua, saya tidak malu memulung demi membantu orang tua,” kata Putri

Sungguh sangat mngagumkan memang sikap dan pandangan berfikir seoarang anak yang masih duduk di bangku SMP ini, sangat berbeda dengan anak lainnya, yang hanya mengandalkan dan berbangga diri dengan harta kekayaan yang telah dimilki orang tuanya.

Melihat dari anak seusianya, Putri dan adiknya seharusnya menikmati masa kanak-kanaknya bersama orang yang dicintainya, belajar untuk menimba ilmu guna mencapai cita-citanya, namun dirinya ihklas meninggalkan semua itu, demi mengabdi kepada kedua orang tuanya.

” Sekarang sudah kelas tujuh SMP. Saya anak ke tiga dari empat bersaudara,” tutur Putri yang terlihat begitu asyik mengumpulkan botol plastik bekas.

Sungguh hebat kedua anak ini, ditengah hiruk pukuk keramaian kota dan ditengah-tengah anak seusianya bermain, dia malah memilih memulung gelas dan botol plastik dibawah guyuran hujan di malam pergantian tahun 2019-2020, semoga Pemerintah Kota Palopo, utamanya dinas pendidikan dapat memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anak seperti Putri dan adiknya.

(Awi Celebes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *