345 views

Kembali Pengurus BUMDES Rinding Batu Diduga Salah Pengelolaan Dana Tahun 2019

 

TORAJA UTARA,MA – Sebelumnya di Tahun 2018 pengelolaan dana BUMDES (BUMLEM) di Lembang Rinding Batu, kecamatan Kesu’, dinilai oleh Inspektorat bahwa salah penyaluran yang mana ada beberapa penerima tidak memiliki usaha bahkan ketua BUMDES juga mendapatkan dana tersebut namun tidak memiliki usaha sehingga pembinaannya di perintahkan agar penerima yang tidak miliki usaha untuk mengembalikan dana yang diterima.

Di tahun 2019 pada akhir tahun (28/12) juga kembali ketua BUMDES diduga telah salah mengelola dana BUMDES tahun anggaran 2019 yang mana sumber dari dana desa tersebut diberikan ke BUMDES untuk diperuntukkan ke pembelian mesin alat pengemas air gelas berdasarkan hasil Musrenbang 2018.

Dihubungi melalui sambungan telponnya (6/01/2020), Reiner T. Payyngallo yang menjabat kepala Lembang hingga akhir tahun 2019, menjelaskan jika dana BUMDES tersebut telah dibagi ke beberapa masyarakat dan itu tanpa diketahuinya sama sekali. Dan juga dibenarkan jika dana tersebut yang sumbernya dari Dana Desa untuk dipergunakan dalam pembelian mesin alat pengemas air gelas melalui BUMDES untuk usaha masyarakat Lembang Rinding Batu.

Namun yang terjadi, tanpa melalui pembahasan ulang hingga dana tersebut di salurkan tanpa koordinasi juga ke Reiner T. Payungallo selaku kepala Lembang saat itu. Dan ironisnya, saat di salurkan itu tanpa melakukan survei jenis usaha bagi semua usulan permintaan bantuan dana dari masyarakat Rinding Batu, bahkan ada usulan permintaan dana yang di vonis tidak layak serta tidak ada usaha walaupun tidak di survei.

Sebelumnya (4/01/2019) saat di konfirmasi melalui via telpon seluler, Azariel sebagai ketua BUMDES Rinding Batu menjelaskan jika penyaluran ke beberapa pemohon bantuan dana, itu sudah melalui hasil koordinasi dengan Pendamping Desa kecamatan bersama staf ahli serta bendahara BUMDES.

“Itu setelah kami bicarakan bersama baru kami bagi dan pembicaraan kami tersebut bersama pendamping seperti pak Yakob, dan Geter serta juga ada bendahara BUMDES”, tutur Azariel.

Ketua BUMDES pun menjelaskan bahwa adanya beberapa usulan permohonan dari masyarakat yang tidak di setujui karena tidak ada usaha dimiliki dan juga itu sudah koordinasi bersama dengan Pendamping Desa.

Namun saat ditanyakan lebih lanjut bahwa apakah telah di survei sehingga di simpulkan jika yang tidak menerima bantuan dana BUMDES untuk tambahan modal usaha benar adanya tidak punya usaha, Azariel selaku ketua BUMDES hanya diam seribu bahasa dan bahkan malah bertanya jam berapa ada di rumah.

Mirisnya lagi bendahara BUMDES Rinding Batu diduga telah melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2014 tentang Badan Usaha Milik Lembang, yang mana diketahui juga sebagai Sekretaris Lembang Rinding Batu sedangkan dalam pasal 6 Perda tersebut di jelaskan jika pelaksana operasional tidak boleh merangkap jabatan.

Pada Perda Nomor 8 Tahun 2014 Pasal 6 berbunyi “Pelaksana operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) dilarang merangkap jabatan yang melaksanakan fungsi pelaksana lembaga Pemerintahan Lembang dan lembaga
kemasyarakatan Lembang”.

Sangat jelas dalam pasal 6 tersebut namun toh jika penjelasan ketua BUMDES mengatakan bahwa penyaluran dana ke masyarakat pemohon bantuan modal usaha sudah berdasarkan pembicaraan serta koordinasi bersama Pendamping desa, maka ini sebuah tanda tanya besar akan kinerja maupun kredibilitas seorang pendamping desa yang namanya dicatut oleh Azariel selaku ketua BUMDES.

Diketahu pula jika dana BUMDES Rinding Batu tidak pernah di ketahui oleh BPL dan Lembang selaku penasihat sudah berapa besaran modal simpanan yang di miliki karena tidak pernah di laporkan di dalam Musrenbang bahkan nama masyarakat penerima tidak pernah diketahui oleh masyarakat ataupun tidak di publish melalui pengumuman di kantor Lembang.

Melalui sambungan chat WhatsApp, Sabtu (11/1/2020) saat dipertanyakan terakhir kalinya ke salah satu pendamping desa kecamatan kesu, Yakob mengatakan bahwa tidak tahu soal kapan pembagian dana BUMDES tersebut dan tidak ada membahas hal tersebut bersama pengurus BUMDES Rinding Batu, mungkin Pendamping Desa lainnya.

Dikesempatan yang sama juga melalui sambungan via telepon seluler pada hari ini Sabtu (11/1/2020), Geter salah satu pendamping desa yang ikut disebut oleh ketua BUMDES bahwa sudah koordinasi soal layak tidaknya jenis usaha masyarakat menerima, itu langsung dibantah dan memberikan tanggapan penjelasan.

“Ya, saat itu sudah di salurkan oleh pengurus BUMDES namun mekanisme penyalurannya serta siapa yang menerima, selaku pendamping hanya sebatas memberikan saran agar di verifikasi semua yang bermohon namun ketua BUMDES saat itu katakan bahwa sudah, jadi kami selaku pendamping tidak bisa lebih jauh mengatakan tidak atau bisa karena pihak pengurus sudah katakan sudah di verifikasi semua”, jelas Geter.

Dan mengenai adanya pemohon bantuan dana tidak di verifikasi itu tanggung jawab pengurus dalam hal ini ketua BUMDES kerja yang jelasnya kami sudah sarankan agar di verifikasi semua terlebih dahulu serta jika jenis bantuan dana tambahan modal usaha itu dimaksudkan untuk usaha yang sudah berjalan, bukan yang baru mulai usaha yang diberikan, tambahnya.

(Widian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *