445 views

19 Advokat Muda OA P3HI Diambil Sumpah Dan Janji ADVOKAT 

Kaltim (MA)- Kamis tanggal 30 Januari 2020 Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur melaksanakan acara Pengambilan Sumpah dan Janji Advokat dari Perkumpulan Pengacara Dan Penasehat Hukum Indonesia disingkat P3HI se Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur.
Sebanyak 19 Advokat Muda dari Organisasi Advokat Perkumpulan Pengacara Dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI) yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 3 orang perempuan diambil SUMPAH dan JANJI ADVOKAT yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur Sutoyo, SH., M. Hum di Hotel MJ, Jl. KH. Khalid No.1, Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Pantauan Mediaabpedsi.com dilokasi, sedikitnya 20 tamu undangan berhadir memadati ruang tempat dilaksanakannya SUMPAH/JANJI ADVOKAT P3HI. Juga terlihat turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum P3HI H. Aspihani Ideris, SAP., SH., MH., Sekretaris Jenderal P3HI Wijiono, SH., MH dan Bendahara Umum P3HI H. Marli, SH.
Dalam sambutannya dihadapan para Advokat yang telah selesai SUMPAH/JANJI ADVOKAT, Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur Sutoyo, SH., M. Hum. berpesan agar Advokat P3HI yang baru diambil SUMPAH ADVOKAT selalu ingat akan sumpah dan janjinya, integritas dalam bekerja dan bersedia membantu para pencari keadilan dengan tidak membeda-bedakan klien bagi mereka yang meminta bantuan hukum dari kalian.
Ketua Umum Perkumpulan Pengacara Dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI), H. Aspihani Ideris, SAP., SH., MH. mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur beserta jajarannya yang telah memuluskan pelaksanaan Sumpah/Janji Advokat P3HI.
“Alhamdulillah hari ini PT Kaltim telah melaksanakan SUMPAH/JANJI ADVOKAT P3HI sebanyak 19 orang. Mereka ini sudah resmi dan sah menjadi seorang advokat berdasarkan UU No. 18 tahun 2003,” papar Dosen Fakultas Hukum UNISKA Banjarmasin ini.
Aspihani mengharapkan, Advokat jebolan P3HI dalam melaksanakan profesinya harus dilandasi professional responsibility, kejujuran, keadilan, dan kebenaran.
“Advokat P3HI wajib menjunjung tinggi kode etik advokat, berakhlak mulia dan mentaati Peraturan Organisasi Advokat yang ada pada OA P3HI. Jika anda melanggarnya maka sangat mudah tergelincir ke dalam hal-hal yang tidak baik,” tutur Aktivis Pergerakan Kalimantan ini menegaskan.
Selain itu Aspihani berpesan, advokat dan pengacara jebolan P3HI juga harus bekerja profesional dan kejujuran, karena tingginya persaingan antara dvokat itu sendiri serta agar tidak ditinggalkan oleh klien maka selama menjalankan profesinya harus benar sungguh-sungguh dan menyelesaikan jasanya terhadap klien yang diterima.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *