113 views

Djohan : Kenaikan NJOP Mempengaruhi Nilai PBB

 

Lampung (MA) – Realisasi sumber PAD melalui PBB di Kota Metro,Lampung menurun. Dari lima kecamatan dan 22 kelurahan tidak ada didaerah tersebut yang bisa merealisasikan 100 persen, bahkan pendapatan pungutan PBB di Metro Pusat dipertanyakan Ketua DPRD Tondi Nasution. Hal tersebut terungkap pada Musrenbang Kecamatan di Aula Kantor Kelurahan Hadimulyo Barat, Senin (03/02/2020).

Pungutan PBB terendah di Kelurahan Hadimulyo Timur hanya mencapai 59%, tertinggi di Sumbersari, Metro Selatan mencapai 91 persen. Sementara pungutan PBB yang terealisasikan 2019 untuk Kecamatan Metro Pusat mencapai 72,4 persen, Metro Selatan 81,5 persen, Metro Timur 76,8 persen, sedangkan Kecamatan Metro Barat terealisasi 70 persen.

Untuk pungutan PBB di Metro Pusat dipertanyakan Ketua DPRD Tondi Nasution. Ia mengatakan perlu menjadikan perhatian dewan. Pasalnya, Pemkot telah menargetkan untuk pungutan PBB Metro Pusat senilai Rp1,9 milyar yang terealisasikan hanya Rp1,4 milyar. Sementara untuk pungutan PBB Pemkot telah menganggarkan 3,27 persen dari total APBD untuk itu.

Sementara Wakil Walikota Metro Djohan menimpali rendahnya pendapatan PBB kemungkinan disebabkan adanya kenaikan NJOP. Padahal memang sudah semestinya NJOP dinaikkan lantaran harga jual tanah di Kota Metro masih relatif rendah.

Memang diakuinya, otomatis kenaikan NJOP mempengaruhi nilai pajak PBB, karena mesti ada kenaikan. Namun, menurutnya kenaikan sudah disesuaikan agar tak sampai memberatkan masyarakat.(del).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *