201 views

Pemkab Probolinggo Usulkan Delapan Desa Untuk Penilaian Proklim

 

Probolinggo, MA – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengusulkan 8 (delapan) desa untuk mengikuti penilaian Program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2020. Hal ini dikarenakan 1 (satu) desa yakni Desa Bhinor Kecamatan Paiton tidak diverifikasi karena kurang dari 2 (dua) tahun dari dapat tropy Proklim pada tahun 2019 lalu.

Kedelapan desa yang diusulkan tersebut diantaranya Desa Bermi, Desa Watupanjang dan Desa Guyangan Kecamatan Krucil, Desa Krejengan Kecamatan Krejengan, Desa Sebaung Kecamatan Gending, Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron, Desa Gading Wetan Kecamatan Gading serta Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan.

Khusus Desa Bermi, Krejengan dan Watupanjang diusulkan untuk mendapatkan penghargaan Kategori Tropy Proklim. Sementara 5 (lima) desa lainnya diusulkan masuk dalam Kategori Utama. Kedelapan desa ini akan mengikuti verifikasi Proklim dari Tim Penilai Provinsi Jawa Timur pada 17 hingga 19 Pebruari 2020.

Sebagai bentuk kesiapan menyambut kedatangan tim verifikasi tersebut, Tim Pembina Proklim Kabupaten Probolinggo yang digawangi oleh DLH Kabupaten Probolinggo melakukan rapat persiapan verifikasi Proklim di ruang pertemuan Jabung 2 Kantor Bupati Probolinggo, Jum’at (14/2/2020).

Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi didampingi Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari ini diikuti oleh Tim Pembina Proklim Kabupaten Probolinggo serta 9 (sembilan) desa dari 7 (tujuh) kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Tim Pembina Proklim Kabupaten Probolinggo ini diantaranya DLH, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Perhubungan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, UPM Probolinggo, PT POMI-Paiton Energy, PT YTL Jawa Power Paiton dan PT UP PJB Paiton.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari meminta agar OPD yang masuk dalam Tim Pembina Proklim Kabupaten Probolinggo agar betul-betul mendampingi. Persoalan kurangnya sarana dan prasarana, CSR perusahaan akan ikut membantu. Terlebih selama ini, CSR telah banyak membantu dan memberikan dukungan yang luar biasa.

“Kami memohon nanti waktu ada verifikasi Proklim oleh Tim Penilai Provinsi Jawa Timur agar dapatnya Tim Pembina Proklim Kabupaten Probolinggo dan Kecamatan untuk mendampingi. Sebab ini akan menambah poin dari penilaian,” katanya.

Menurut Hasyim, kedatangan tim penilai ini sifatnya adalah melakukan verifikasi dan memberikan rekomendasi apa saja yang harus dipenuhi dan ditambahi sebagai bahan untuk mengikuti verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Proklim Nasional pada bulan Juli 2020 mendatang.

“Kami mengharapkan agar upaya ini tidak hanya untuk kepentingan lomba saja, tetapi akan berlanjut terus. Oleh karena itu, seharusnya desa yang diusulkan itu kondisinya sudah siap.Jangan sampai CSR mau membantu, tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal. Mudah-mudahan kita mampu meraih penghargaan Proklim kategori Tropy dan Utama,” harapnya.

Selanjutnya Hasyim menyampaikan hasil verifikasi yang sudah dilakukan oleh Tim Pembina Proklim Kabupaten Probolinggo terhadap 9 (sembilan) desa yang masuk dalam item penilaian.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi meminta agar semua kebutuhan yang diperlukan dalam mendukung Proklim ini segera ditindaklanjuti oleh OPD selaku Tim Pembina Proklim Kabupaten Probolinggo.

“Para OPD harus mempersiapkan desa yang akan dinilai dan diverifikasi sesuai dengan tupoksinya. Sehingga tidak ada kesulitan untuk mempersiapkan desa-desa yang akan dinilai,” ujarnya.

Mahbub meminta Tim Pembina Proklim Kabupaten Probolinggo segera mempersiapkan item-item yang menjadi penilaian melalui keterlibatan kelompok-kelompok peduli lingkungan, karang taruna dan lain sebagainya. Jangan sampai nantinya dimonopoli oleh kepala desa.

“Terutama terhadap item-item penilaian yang memiliki bobot nilai tinggi, saya mengharapkan supaya dipersiapkan secara maksimal. Semoga dengan kebersamaan dan kekompakan ini, penghargaan Proklim dengan beberapa kategori bisa diraih kembali di tahun 2020,” pungkasnya.(Naldi Lero)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *