274 views

Setangkup Resah Kurenguk Sempurna

SETANGKUP RESAH Menapaki lereng bukit diujung senja
Bagai menyulam hampa untuk menjaring pelangi
Jejakpun tertinggal disudut sunyi
Ketika kucoba berucap dalam kebisuan
Perih kian meraja
Menoreh kisah disemesta jiwa
Inikah mimpi yang menjelma nyata
Hiasi kisi2 dalam palungan misteri
Yang terampung luruh dibalik kelam?

Waktu bergulir lambat merangkai langkahku menjd sebuah dilema
Ketika titian hati terhenti dipersimpangan
Kulikis senja dengan ribuan duka
Maaf aku tak mampu untuk terus bertahan
Memangku sekeping hati yang terus kau kecewakan
Kini aku memilih diam dan pergi dari kehidupanmu
Biarlah segala mimpi yang pernah kita sepakati
Terkulum legam bayangan kelam !!

Malam ini bayu bertiup kencang
Membelai rambutku disisi laut pada pasang purnama
Aku bagai segelintir pasir ditepi pantai
Yang terbawa ombak meski berharap terdampar namun akhirnya karam juga
Setiap rintihanku terdengar Bagai alunan kidung yang membelah cakrawala
Ketika setiap kalimat tak dapat kau maknai
Dan kitab semesta kau ibaratkan
Komik penghantar tidurmu
Terlalu dini luka ini kukenali
Yang mengakar pilu diruang kalbuku

Kini setangkup resah kurenguk sempurna
Pada malam selalu kusampaikan gelisah ini
Entahlah sampaikan dia mampu menemaniku

Ketika hening tercipta dibusur alam
Terkenang beribu jejak yang terlewati
Walau tak ada cerita yg tersimpul indah
Luluh sudah segenap kekosonganku
Melepas letih pada senyum sang takdir
Perlahan kutanggalkan satu satu keinginanku untuk bersamamu
Meski panjang lintas dunia membawaku keduniamu namun
Lebar jembatan semu membuat aku berhenti sampai disini.

Biarlah kusimpan sisa harapan ini diambang rajutan alam
Serta kubalut dalam racikan sekeping asa lalu kugoreskan dibentang malam
Berharap tiada lagi bayangmu dibalik langkahku karena cinta bukan dongeng Penghantar lelah utk hiasan mimpi
(Amel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *