254 views

Ketua HMI Lubuklinggau Dapati Kata Kasar Komisioner KPU 

Muratara (MA)-  Berawal dari aksi HMI Cabang Lubuklinggau jumat 14 februari 2020 di kejari lubuklinggau, sikap salah satu komisioner KPU Muratara “Handoko” terhadap ketua umum HMI cabang Lubuklinggau “Armansyah) perihal aksi yg meminta transparansi dana ABT Muratara sangatlah memalukan, didalam sosial media Whatsapp  “Grup Alumni dan Kader HMI”.
“sempat-sempatnya dia bilang bahwa ketua umum HMI cabang Lubuklinggau lolo, kata lolo ini kan mengandung makna yg buruk jika dikatakan untuk orang” ungkap Wasekum PTKP HMI Cab LLG.
Secara status, ketua umum HMI ini adalah pimpinan tertinggi HmI cabang Lubuklinggau, jika pimpinannya dibilang lolo maka seluruh kader HMI cabang Lubuklinggau ini lolo semua, ini bukan menyakiti ketua umum saja tapi seluruh kader merasa tersakiti dengan pernyataan komisioner itu,
di media sosial (Gerup Whatsapp) itu sudah jelas, bahwa ada salah satu kader yang meminta agar pesan tersebut ditarik lagi, Malah dijawab dengan kesan yg menantang dan menyuruh dipublikasikan.
Lanjutnya, kami sudah coba dengan itikad baik menyuruh sekretaris umum HMI cabang Lubuklinggau “Jefri” untuk meminta klarifikasi tentang pernyataan tersebut, tapi sampai detik ini tidak ada tanggapan,  kami menganggap bahwa komisioner KPU ini memang tidak punya etika lagi terhadap publik.
Jika dia merasa marah dengan aksi dan tuntutan HMI tentang transparansi dana ABT itu, salah kami di mana ? Kami sesuai dgn undang- undang no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Anggaran ABT ini publik harus tau dan kami mempertanyakan itu, karena kami takut dan baru menduga ada penyelewengan bukan kami sudah menuduh secara keputusan final bahwa KPU ini salah, “ini kankami baru menduga”, jadi jangan lagi pihak KPU membuat statemen seolah-olah HmI memfitnah, Kalo memang tidak bersalah sampaikan saja kepada publik dan instansi yg terkait perihal ini Jangan bilang ketua umum kami yang lolo.”ungkap Ketua HMI.
Ingat, komisioner itu pejabat publik, harus tau etika terhadap publik, harus mampu  menjadi teladan bagi publik, jangan sebalik nya. Kami kader HMI juga bagian dari masyarakat yang kalian layani dan harus memberikan teladan bagi kami, jikalau tidak ada itikad baik dari komisoner KPU “Handoko” kami akan melaporkan ke aparat penegak hukum, “tegas Odi Wasekum PTKP . (Rifa’i).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *