121 views

Penggusaha Mahkota Accessories Kebal Hukum

 

Binjai,(MediaAbpedsi.com)

Penggusaha keturunan Tionghoa langgar (Perda) Peraturan daerah Kota Binjai no.6 tahun 2015 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, merupakan suatu pedoman hukum yang diciptakan pemerintah untuk mengatur & mengawasi setiap pelanggaran yang bersifat merugikan masyarakat umum.

Namun Perda tersebut tidaklah dipatuhi oleh salah satu toko usaha yang ada di Kota Binjai, yakni mahkota accessoris ponsel, grosir yang menjual telepon seluler dan berbagai pernak-pernik perlengkapan elektronik handphone itu diketahui telah melanggar Perda yang menyuarakan tentang ketertiban dan ketentraman publik.

Toko yang berlokasi tepat di persimpangan Jalan Jend Ahmad Yani dan Jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Kartini Kecamatan Binjai Kota itu seolah tidak memperdulikan dan menetang pemerintah selaku yang menciptakan peraturan.

Pasal nya, letak fisik bangunan mahkota accessoris tampak terlalu menjorok ke bahu jalan, sehingga toko tersebut tidak memiliki lokasi parkir yang layak dan dianggap sangat menggangu kenyamanan pengguna jalan, di karenakan di atas pariet ada banggunan, banggunan itu di buat tempat parkir, padahal lokasi tersebut merupakan jalur strategis yang kerap dilalui para penggunaan kendaraan bermotor maupun pejalan kaki.

Dengan tidak tersedia nya lokasi parkir, sejumlah kendaraan yang dikendarai konsumen mahkota pun terpaksa harus terparkir secara liar dan terkadang menjorok sampai badan jalan, sehingga berdampak pada arus lalu lintas yang menjadi macet.

Pemilik toko yang merupakan keturunan Tionghoa, sampai saat ini tidak dapat dikonfirmasi, saat awak media mengunjungi toko tersebut, salah seorang karyawati yang tidak diketahui namanya itu mengatakan bahwa sang pemilik sedang tidak berada di lokasi.

“Maaf pak, sibos tidak ada disini, sudah beberapa hari beliau tidak berkunjung ke toko,” beber wanita berparas cantik itu.

Menyikapi kondisi yang dianggap mengganggu ketertiban masyarakat, Kepala Satuan Polisi Pramong Praja (Kasatpol PP-red) Otto Harianto SH selaku pimpinan satuan yang bertugas dalam menegakkan Perda saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Sabtu (08/02).

Mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) yang di lakukan dengan anggota DPRD Kota Binjai beberapa waktu lalu, pemko Binjai dalam hal ini akan segera melakukan rapat bersama OPD terkait guna mengevaluasi secara optimal dan profesional terhadap adanya bentuk kesalahan yang dilakukan Saat ini kita masih menunggu jadwal untuk rapat dengan opd terkait lainnya untuk mengkaji bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh toko mahkota Accessories, kemarin kita juga sudah RDP dengan DPRD, kita tunggu hasil rapat selanjutnya,” beber Miswar Anggota Dewan dari partai golkar.

Miszwar juga meminta kepada pihak Satuan polisi pamong praja (Satpol- PP) Kota Binjai Untuk tindak tegas untuk Membongkar banggunan bila melanggar Perda, jika terbukti adanya pelanggaran, maka pemko Binjai akan melakukan sanksi tegas. “kalau terbukti maka akan diberikan sanksi tegas,” tegas Miswar.

Menurut pantauan awak media, hingga berita ini diterbitkan masih tampak terlihat banyak kendaraan para pengunjung toko yang terparkir hingga menutupi 1/4 badan jalan.(jun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *