437 views

Warga Lima Desa di Tambunan Gelar Aksi Deklarasi Tolak Narkoba di Toba

Toba, Tambunan (MA)

Deklarasi Tolak narkoba dilaksanakan secara spontan oleh ratusan warga bersama Pemerintah Desa (Pemdes) dari lima desa yang ada di Negeri Tambunan.
Deklarasi ini turut dihadiri Kapolres Toba AKBP. Agus Waluyo, S.I.K dan Bupati Toba Ir.Darwin Siagian serta seorang mantan pengguna narkoba. Deklarasi digelar di jalan By Pass Tambunan Kecamatan Balige pada hari Selasa (03/03/2020)

Kelima Pemdes melalui Kepdes masing – masing membacakan lima isi deklarasi secara bersama sama yang menyatakan,
(1) Warga Tambunan perang terhadap narkoba. (2) Mendukung aparat terkait, memberantas narkoba. (3) Membantu aparat terkait untuk memberantas narkoba sampai ke akar – akarnya. (4) Mengutuk oknum yang terlibat dengan peredaran narkoba. (5) Tidak memberikan ruang dan tempat bagi peredaran narkoba, serta menolak keras predikat Negeri Tambunan sebagai lumbung narkoba.

Kapolres Toba AKBP. Agus Waluyo, S.I.K berikan apresiasi pada warga, tokoh Agama, tokoh masyarakat, pemdes, pemuda, siswa/siswi, anak rantau yang mengadakan deklarasi tersebut. Diakuinya tampa kerjasama dari semua pihak terlebih masyarakat masalah narkoba ini tak akan dapat dibasmi.

“Kami (Polres Toba) berkomitmen tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan, terlebih narkoba. Hari ini kita akan awali dari Tambunan ini, bergerak hingga keseluruh wilayah Toba demi memberantas peredaran narkoba. Mari dukung kami dalam memberantas narkoba, namun itu semua kami lakukan sesuai cara dan aturan yang berlaku,” terang Kapolres.

Robinson Tambunan mewakili masyarakat Tambunan mengatakan narkoba adalah pencabut nyawa paling cepat. Diharapkan seluruh orangtua berperan aktif untuk menjaga, mengawasi situasi di wilayah Tambunan dan mengawasi anak – anak dari pengaruh narkoba. Perwakilan masyarakat sampaikan permohonan buat jajaran Polisi yang dipimpin Kapolres Toba AKBP. Agus Waluyo, S.I.K agar tanggap terhadap pengaduan masyarakat. “Jika ada pengaduan kami terkait narkoba, mohon segera ditanggapi, ditindaklanjuti serta diproses Bapak Kapolres,” pinta Robinson.

Herman R Hutapea (30) mantan pengguna narkoba turut hadir serta menyampaikan efek jika memakai narkoba, dan komitmennya jika terbukti lagi sebagai pemakai.

Sesuai penuturannya, Herman R Hutapea merupakan mantan narapidana pengguna narkoba. Dirinya mengatakan jika memakai narkoba hasilnya adalah mempersingkat hidup, mempercepat datangnya kematian.

Herman mengakui dirinya telah berhenti menggunakan narkoba pada awal tahun 2020. “Jika saya masih menggunakan narkoba, saya jangan ditangkap diadili lalu dijadikan tahanan, lebih baik saya ditembak saja Pak Kapolres. Kepada para pemakai, kurir maupun bandar narkoba saya tegaskan jangan bertemu dengan saya, karena anda semua akan saya laporkan untuk ditangkap,” ucapnya dengan tegas.
(Raju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *