95 views

Bagi Warga Yang Suka Nongkrong Di Warung Kopi, Bisa Kena Di Sanksi Pidana

 

Lumajang, MA – Khsusus Warga dan Masyarakat kota Lumajang siap-siap di sanksi pidana jika melanggar maklumat Polri terkait pencegahan virus corona atau COVID-19. Hal ini disampaikan Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar saat mengamankan sejumlah warga masyarakat yang lagi asyik nongkrong di warung kopi, warung internet dan tempat- tempat lainnya, tadi malam.(29 -03-2020)

Kami akan terus mengerahkan anggota Mulai dari Polsek hingga Polres untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar segera memahami bahwa semua ini adalah kepentingan bersama demi jiwa,” ungkapnya.

Seperti dikutip dari IDN times.com Polri telah menggelar operasi aman nusa dua terkait COVID-19. Pernyataan ini diungkapkan oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Muhammad Iqbal, yang mana beliau menjelaskan, bahwa kepolisian sudah menjalankan protokol yang disarankan pemerintah untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Seperti social distancing, pengecekan suhu tubuh, dan penyeprotan disinfektan. Kapolri kata Iqbal, juga memberlakukan konsep operasi khusus kepolisian yaitu, sandi operasi aman Nusa Dua.

“Dalam rangka penanganan virus corona. Dari kemarin tanggal 19 Maret sampai dengan 17 April 2020. Dapat diperpanjang melihat situasi dan kondisi,” jelasnya.

“Saat ini Polri juga mengawal konsep sosial distancing. Saat ini teman-teman (media) tidak boleh lagi mendekat ke saya sebagai spokesperson, sebagai juru bicara. Saya menyampaikan informasi tetapi kita juga menggunakan masker dan lain sebagainya,” sambungnya.
Polri tak segan-segan menindak masyarakat yang masih terlihat berkumpul bersama-sama.

Iqbal menuturkan, pihaknya tak ingin hanya karena kerumunan masyarakat, penyebaran virus corona terus bertambah. Polri juga tak segan menindak mereka yang acuh terhadap imbauan pemerintah termasuk maklumat Kapolri.

“Pasal 212 KUHP barang siapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang saat ini melaksanakan tugas dapat dipidana. Kita lakukan terus pemantauan dan penyidikan. Pasal 216 dan 218 tambahan pasal. Initinya bisa dipidana,” Pungkasnya(Djk.P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *