109 views

Kepala Desa Grati Menyalagunakan Jabatannya Di Nonaktifkan Oleh Bupati Lumajang

Lumajang, media-abpedsi.com Bupati  Lumajang beberapa hari yang lalu telah menonaktifkan Kepala Desa Grati Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang, yang diduga terkait /Wil Wanita Idaman Lain dan diduga pula telah menyewakan Tanah Kas Desa (TKD) perangkatnya yang di pakai untuk kepentingan dirinya/sendiri.

Atas dugaan skandal,yang dilakukan Dan perselingkuhan oknum Kepala Desa Grati Kecamatan Sumbersuko dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Lumajang, Oleh warganya sendiri, bahkan laporan tersebut disertai surat resmi yang berisikan perihal kelakuan oknum Kepala Desanya, dan penyalahgunaan Tanah Kas Desa(TKD).

Kabar penonaktifkan Kades Grati di benarkan Misjoko Camat Sumbersuko Kabupaten Lumajang, ketika di konfirmasi awak media (24-11-2020) bahwa Kepala Desa Grati memang sudah di nonaktifkan Aktifitasnya secara normatif sudah 5 hari yang lalu karena terlibat dan melakukan perselingkuhan dengan WIL (wanita idaman lain) dan terkait tanah kas desa (TKD).

“Secara normatif beliaunya sudah diberhentikan aktifitasnya dengan hormat sekitar 5 hari yang lalu, Diberhentikan dari hasil konfirmas9i kami itu ada kaitannya dengan WIL dan TKD, SK nya ditanda tangani oleh pak Bupati sendiri,” tutur camat sumbersuko

Masih menurut keterangan Misjoko Dengan kekosongan Pemerintahan Desa Grati kecamatan Sumbersuko, jabatan Kades Grati sementara di isi dari Kecamatan Sumbersuko.

“PLH Kades Grati dari Kecamatan Sumbersuko, bapak Mashuri,”untuk sementara melanjutkan tugas-tugas kades yang tersandung masalah.

Secara terpisah Aan selaku inspektur pembantu 1 Inspektorat Kabupaten Lumajang ketika dihubungi via selulernya membenarkan bahwa pihaknya pernah melakukan pemeriksaan terhadap Kades Grati terkait dugaan WIL dan TKD.

“Ya memang benar kami beberapa waktu yang lalu melakukan pemeriksaan terhadap Kades Grati, pada intinya ada dua hal, yang pertama penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan tanah kas desa, dimana Kepala Desa menyewakan TKD dari beberapa perangkatnya namun ke uangannya dipakai untuk kepentingannya sendiri,” paparnya

“Yang kedua masalah pribadi Kepala Desa, kurang lebihnya masalah WIL, dari hasil pemeriksaan tersebut kita laporkan keatasan sehingga ada keputusan penonaktifan Kades oleh Pak Bupati,sendiri.(Djk.P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *