1.086 views

Sembilan Warga LamTim Tersambar Petir Saat Di Gubuk, Dua Tewas

LAMPUNG TIMUR, (MA)–Sembilan warga tersambar petir saat berada di sebuah gubuk dusun 5 Kuningan, Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara. Para Korban yaitu Julianto, Sumardi,Slamet, Agus,Poniman,Warsono, Ahmadi, lalu yang meninggal meninggal Suhardi (47) dan Maksum (35).

Dua di antaranya meninggal dunia, yakni I Suhardi (47) dan Maksum (35) yang beralamat di dusun 5 Kuningan, Desa Braja Asri. Dari kronologinya sekitar pukul 07:30 Wib, ke sembilan korban pada saat itu bekerja di kebun Milik Pak Mubin, untuk bekerja buruh cabut singkong. Kemudian, sekitar pukul 11:00 Wib terjadi hujan gerimis disertai petir.

Lokasi Kejadian Sembilan Orang Tersambar Petir, Dua Tewas

Ketika terjadi hujan gerimis dan terdengar suara petir, kesembilan korban mencari perlindungan dan berteduh di gubuk. Tetapi tiba-tiba kesembilan korban disambar petir.

Kemudian sekitar pukul 11:10 Wib, seorang saksi bernama Basuki pulang dari kebun karet melihat saudara selamet meminta tolong bahwa saya dan rekan-rekan tersambar petir, lalu Basuki pergi meminta pertolongan dan kembali bersama warga untuk membantu warga yang tersambar petir.

Lalu warga melakukan pertolongan dengan membawa ketujuh korban yang masih selamat ke Rumah Sakit Permata Hati.

“dua korban tergeletak setelah dilakukan pengamatan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan ciri-ciri luka pada bagian kepala dan luka di bagian dada,” Kata Basuki warga yang membantu korban, sabtu (23/10/21).

Namun untuk ketujuh korban yang mengalami luka luka masih dirawat di Rumah Sakit Permata Hati, dan satu korban dibawa ke Rumah Sakit Sukadana. jelasnya.

Kepala Desa Braja Asri Darusman Menjelaskan, berduka cita Inalillahi saya turut berduka cita atas musibah warga saya, sembilan orang tersambar petir ini adalah bekerja sebagai buruh pencabut singkong, dan yang dua meninggal dunia bernama Suhardi (47) dusun 5 dan Maksum (35) dusun 5 tetapi dia besan dan rencananya Maksum akan di kebumikan di tempat kelahirannya di Desa Srigading, Kecamatan Labuhan Maringgai.

“Karena ini musibah yang pertama kali saya ingin mengajak masyarakat RT dan Karang Taruna Untuk menggalang dana untuk diberikan Santunan Ke Keluarga Korban”

Pihak Desa juga akan mengajukan bantuan kepada pihak pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Jelas Darusman.

(BN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *