158 views

Dinkes Lamtim Berkomitmen Untuk Kasus zero kematian Ibu dan Bayi Gizi Buruk

Lampung Timur (MA) -Dinkes Lampung Timur pada 2019 berkomitmen untuk menanggulangi zero kasus kematian ibu dan bayi gizi buruk atau srunting, adapun di tahun 2018 ini Dinas Kesehatan telah berhasil menurunkan angka kematian ibu dari 14 kasus. Dan ditahun 2017 menjadi 8 kasus kematian ibu, dan berhasil menekan kasus gizi buruk dari angka 14 di tahun 2017 menjadi 4 kasus gizi buruk.
Dalam evaluasi dan penatalaksanaan yang baik dan benar 3 kasus gizi buruk sudah bergeser status dan mengalami perbaikan gizi kearah gizi baik dan tinggal 1 kasus gizi buruk dan  memang kasusnya ada penyakit penyertanya dan sekarang sedang taraf perbaikan.
Semua itu tidak lepas dari kerja keras dari Dinas Kesehatan Lampung Timur beserta jajarannya. Banyak inovasi dan terobosan yang dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan kasus gizi buruk, seperti inovasi Jari Kece yang dimotori oleh Dr. Nila sewaktu menjabat Kabid Kesmas. Jari Kece (jaring resiko tinggi ibu hamil dengan kerja cepat) ada ditingkat Kabupaten dan tingkat kecamatan.
Dr. Nila Sandrawati Tanjung.MKes selaku Sekretaris Dinkes dan Ketua IDI Lamtim saat ditemui mengatakan bahwa Tim Jari Kece ini dengan memanfaatkan fasilitas WA dapat membangun komunikasi 24 jam, semua komunikasi dipantau dan inovasi ini didukung oleh tenaga kesehatan yg ada, baik di tingkat kecamatan dan tingkat Kabupaten dengan melibatkan para dokter puskesmas dan seluruh  spesialis kandungan dan juga dokter spesialis anak.
” inovasi yang lain adalah Durians yang dimana program Dukun rujuk ibu anak selamat. Yang mengupayakan semua persalinan di fasyankes dan menekan persalinan di tolong oleh dukun, mengingat persalinan di tolong oleh dukun merupakan persalinan beresiko. Prinsipnya kita menggandeng para dukun yang ada dan mengedukasi bahwa tindakan yg dilakukannya dukun menolong persalinan bisa dimasukkan dalam tidak pidana dan bagaimana caranya setiap ibu hamil yang hendak bersalin kedukun, dukunnya mendampingi ibu hamil tersebut dan membawanya ke bidan terdekat.”jelasnya.
Jari kece itu adalah, jelas Dr.Nila, Dinovasi pemantauan dan intervensi penanganan secepat-cepatnya terhadap kondisi ibu hamil yang beresiko sehingga tidak beresiko lagi dan semua ibu hamil beresiko dikawal persalinannya hingga sampai ke fasilitas pelayanan yang lebih lanjut dan setelah melahirkan pun 2 bulan masih dalam pantauan serta pengawalan kesehatan.
“Selain dari itu program Germas dengan mengedepankan promorif dan preventif dengan pendekatan langsung kemasyarakat sudah terlaksana dan sudah disosialisasi ke 24 kecamatan yang terdiri dari  34 puskesmas se – Lampung Timur. Adapun Pesan moral untuk selalu hidup sehat  langsung mengena dan diterima kehati masyarakat Lampung Timur.” katanya.
Ia pun mengungkapkan (Dr.Nila,red). bahwa Kegiatan Germas sangat di dukung oleh Bupati Chusnoenia Chalim, dan ikut langsung turun bersama dirinya ke masyarakat serta menyampaikan pesan untuk selalu hidup sehat. Germas kita kemas baik dan menyentuh langsung ke masyarakat dg sasaran seluruh lapisan masyarakat baik dari anak-anak hinga lansia.
Adapun program lainnya yaitu, Seperti kegiatan pembagian tablet tambah darah pada remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan ibu hamil yang beresiko tinggi oleh dokter spesialis kandungan dengan menyediakan USG, khitanan massal bagi masyarakat yang tak mampu, pemberian makanan tambahan pada bayi balita dan ibu hamil KEK dan dilakukan edukasi oleh para dokter dan bidan untuk mencegah terjadinya bayi Stunting.
” yang penting kami di Dinas Kesehatan Lampung Timur dan jajaran bekerja dan melayani masyarakat Lampung Timur dengan hati nurani. Dan menciptakan terobosan2 dan inovasi sehingga permasalahan kesehatan lambat laun bisa teratasi dg baik dan benar.”ujar ketua IDI Lamtim dengan sapaan akrab Bu Nila.
Dokter cantik yang dikenal ramah ini juga menuturkan bahwa masih banyak lagi inovasi lain nyaa yg bersifat membangun khususnya bidang kesehatan.”ke 34 puskesmas yang ada di Lampung Timur hampir semua sudah terakreditasi dua puskesmas sedang menunggu hasilnya. 2019 imendatang  diharapkan ke 34 pukesmas sudah BLUD semua.
Adapun Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) merupakan satuan kerja perangkat daerah untuk unit kerja pada satuan kerja perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatan didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktifitas. (pasal 1 pemendagri No, 61/2007)
” Tujuan BLUD adalah pemberian layanan umum secara lebih efektif dan efisien sejalan dengan praktek bisnin yang sehat, yang pengelolaan dilakukan berdasarkan kewenangan yang di delegasikan oleh kepala daerah. (pasal 2 pemendagri No. 61/2007).”tambahnya.(del)
Dinkes Lamtim Berkomitmen Untuk Kasus zero kematian Ibu dan Bayi Gizi Buruk
Dinkes Lampung Timur pada 2019 berkomitmen untuk menanggulangi zero kasus kematian ibu dan bayi gizi buruk atau srunting, adapun di tahun 2018 ini Dinas Kesehatan telah berhasil menurunkan angka kematian ibu dari 14 kasus. Dan ditahun 2017 menjadi 8 kasus kematian ibu, dan berhasil menekan kasus gizi buruk dari angka 14 di tahun 2017 menjadi 4 kasus gizi buruk.
Dalam evaluasi dan penatalaksanaan yang baik dan benar 3 kasus gizi buruk sudah bergeser status dan mengalami perbaikan gizi kearah gizi baik dan tinggal 1 kasus gizi buruk dan  memang kasusnya ada penyakit penyertanya dan sekarang sedang taraf perbaikan.
Semua itu tidak lepas dari kerja keras dari Dinas Kesehatan Lampung Timur beserta jajarannya. Banyak inovasi dan terobosan yang dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan kasus gizi buruk, seperti inovasi Jari Kece yang dimotori oleh Dr. Nila sewaktu menjabat Kabid Kesmas. Jari Kece (jaring resiko tinggi ibu hamil dengan kerja cepat) ada ditingkat Kabupaten dan tingkat kecamatan.
Dr. Nila Sandrawati Tanjung.MKes selaku Sekretaris Dinkes dan Ketua IDI Lamtim saat ditemui (19/12/2018), mengatakan bahwa Tim Jari Kece ini dengan memanfaatkan fasilitas WA dapat membangun komunikasi 24 jam, semua komunikasi dipantau dan inovasi ini didukung oleh tenaga kesehatan yg ada, baik di tingkat kecamatan dan tingkat Kabupaten dengan melibatkan para dokter puskesmas dan seluruh  spesialis kandungan dan juga dokter spesialis anak.
” inovasi yang lain adalah Durians yang dimana program Dukun rujuk ibu anak selamat. Yang mengupayakan semua persalinan di fasyankes dan menekan persalinan di tolong oleh dukun, mengingat persalinan di tolong oleh dukun merupakan persalinan beresiko. Prinsipnya kita menggandeng para dukun yang ada dan mengedukasi bahwa tindakan yg dilakukannya dukun menolong persalinan bisa dimasukkan dalam tidak pidana dan bagaimana caranya setiap ibu hamil yang hendak bersalin kedukun, dukunnya mendampingi ibu hamil tersebut dan membawanya ke bidan terdekat.”jelasnya.
Jari kece itu adalah, jelas Dr.Nila, Dinovasi pemantauan dan intervensi penanganan secepat-cepatnya terhadap kondisi ibu hamil yang beresiko sehingga tidak beresiko lagi dan semua ibu hamil beresiko dikawal persalinannya hingga sampai ke fasilitas pelayanan yang lebih lanjut dan setelah melahirkan pun 2 bulan masih dalam pantauan serta pengawalan kesehatan.
“Selain dari itu program Germas dengan mengedepankan promorif dan preventif dengan pendekatan langsung kemasyarakat sudah terlaksana dan sudah disosialisasi ke 24 kecamatan yang terdiri dari  34 puskesmas se – Lampung Timur. Adapun Pesan moral untuk selalu hidup sehat  langsung mengena dan diterima kehati masyarakat Lampung Timur.” katanya.
Ia pun mengungkapkan (Dr.Nila,red). bahwa Kegiatan Germas sangat di dukung oleh Bupati Chusnoenia Chalim, dan ikut langsung turun bersama dirinya ke masyarakat serta menyampaikan pesan untuk selalu hidup sehat. Germas kita kemas baik dan menyentuh langsung ke masyarakat dg sasaran seluruh lapisan masyarakat baik dari anak-anak hinga lansia.
Adapun program lainnya yaitu, Seperti kegiatan pembagian tablet tambah darah pada remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan ibu hamil yang beresiko tinggi oleh dokter spesialis kandungan dengan menyediakan USG, khitanan massal bagi masyarakat yang tak mampu, pemberian makanan tambahan pada bayi balita dan ibu hamil KEK dan dilakukan edukasi oleh para dokter dan bidan untuk mencegah terjadinya bayi Stunting.
” yang penting kami di Dinas Kesehatan Lampung Timur dan jajaran bekerja dan melayani masyarakat Lampung Timur dengan hati nurani. Dan menciptakan terobosan2 dan inovasi sehingga permasalahan kesehatan lambat laun bisa teratasi dg baik dan benar.”ujar ketua IDI Lamtim dengan sapaan akrab Bu Nila.
Dokter cantik yang dikenal ramah ini juga menuturkan bahwa masih banyak lagi inovasi lain nyaa yg bersifat membangun khususnya bidang kesehatan.”ke 34 puskesmas yang ada di Lampung Timur hampir semua sudah terakreditasi dua puskesmas sedang menunggu hasilnya. 2019 imendatang  diharapkan ke 34 pukesmas sudah BLUD semua.
Adapun Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) merupakan satuan kerja perangkat daerah untuk unit kerja pada satuan kerja perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatan didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktifitas. (pasal 1 pemendagri No, 61/2007)
” Tujuan BLUD adalah pemberian layanan umum secara lebih efektif dan efisien sejalan dengan praktek bisnin yang sehat, yang pengelolaan dilakukan berdasarkan kewenangan yang di delegasikan oleh kepala daerah. (pasal 2 pemendagri No. 61/2007).”tambahnya.(del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *