Nasional

KABAR SEMARANG : Gencarkan Sosialisasi Untuk Mengejar Target

SEMARANG, MA –

Sebagai Kantor Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) yang mempunyai target Pajak Kendaraan Bermotor terbesar di Jateng, UPPD Kota Semarang I terus berlari mengejar realisasi tersebut dengan melakukan upaya-upaya yang sudah di siapkan.

Kepala UPPD Kota Semarang I, Sumartini saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini mengatakan, upaya yang telah dilakukan untuk merealisasikan target yang dibebankan pada kami sebetulnya secara umum sama dengan UPPD kab/kota lainnya.

Yakni melakukan razia kendaraan bermotor bersama Kepolisian, sosialisasi ke titik-titik yang dirasa mengena seperti kampus Udinus dan pabrik Aparel dimana disana banyak karyawan maupun mahasiswa. Dengan begitu visi kita bisa sampai ke masyarakat wajib pajak.

Martini menambahkan, dalam sosialisasi tersebut kita tekankan pentingnya membayar pajak kbm sebagai suatu kewajiban yang harus ditaati dan dipatuhi oleh wajib pajak.

“Membayar pajak kbm selain untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah juga muaranya akan dikembalikan untuk daerahnya baik berupa pembangunan maupun kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Selain itu dengan melakukan pembayaran pajak kbm tepat waktu juga membuat diri kita menjadi aman dan nyaman. Karena disaat ada kegiataan razia gabungan juga tidak akan ditilang. Ini menjadikan diri kita tidak was-was terus yang bisa berakibat fatal.

Baginya, target yang dibebankan pada kantornya tidak bisa dinilai parsial. Yang lebih penting adalah target pendapatan untuk pajak kendaraan bermotor se Jateng bisa terealisasi. Karena ini bisa dikatakan kerja tim se Jateng.
Karena sekarang ini membayar pajak kbm sudah on line sehingga wajib pajak mau bayar dimana saja se Jateng bisa.

“Saat sosialisaai sering kita mengingatkan kepada masyarakat wp, bahwa membayar pajak kbm seyogianya sebelum jatuh tempo dan bisa di Samsat terdekat/layanan Samsat dimana saja.

Untuk masyarakat wajib pajak yang berada di wilayah kerjanya yang membayar pajak di Samsat Kota Semarang I ini bisa dikatakan potensi obyek pajaknya,” terangnya. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *