Nasional

Warga Resah Dengan Praktek Gas 3Kg

Morowali Utara (MA)- Pemerintah daerah Morowali Utara telah menindak lanjuti surat Gubernur Propinsi Sulawesi Tengah nomor : 542/195/RO.Ekbang tanggal 20 mei 2019 tentang himbauan,penertiban dan pengawasan tabung LPG tiga (3) kg diseluruh kabupaten/kota se-Propinsi Sulawesi Tengah
Hal itu di sampaikan kepada seluruh camat se-kabupaten Morowali utara untuk segera melaksanakan penertiban dan pengawasan di setiap pangkalan/pengecer gas LPG tiga (3) kg agar seluruh masyarakat di setiap wilayah masing-masing dapat mengetahui himbauan tersebut red
Ironisnya harga penjualan gas LPG tiga (3) kg di Parigi desa OPO kecamatan Bungku utara (Baturube) penjualannya masih tetap di atas Empat puluh lima ribu rupiah (Rp 45.000) sampai pada hari ini kamis (20/6/2019) bahkan di desa tetangga desa Tana Kuraya (SPC) tabung gas LPG tiga (3) kg di jual Rp 55.000 red
” memang kami sudah cukup lama membeli tabung gas LPG tiga (3) kg di Parigi desa OPO ini belum pernah ada penjualan yang sesuai anjuran pemerintah sehingga kami masyarakat betul-betul resah dengan tingginya harga penjualan tabung gas LPG tiga (3) kg bagi orang yang ekonominya kuat itu tidak masalah tapi bagi seperti kami yang ekonomi lemah kasian tidak mampu lagi untuk menggunakan tabung gas LPG terpaksa kami harus kembali ke kayu bakar.” ujar masyarakat (19/6/2019) kepada media online mediaAbpedsi.
Camat Bungku Utara (Baturube) Amirulah Halilu di konfirmasi oleh wartawan media online Abpedsi (19/6/2019) melalui via telpon tegas mengatakan bahwa itu seharusnya kepala desa segera melakukan penertiban di setiap pengecer dan pangkalan tidak boleh menjual tabung gas LPG tiga (3) kg di atas yang sudah di tentukan harganya oleh pemerintah.
Lanjut camat Amirulah Halilu .” yang sebenarnya ini tanggung jawab pihak pertamina kami cukup membantu menyampaikan kepada pelanggan/pengecer agar tidak boleh menjual tabung gas LPG tiga (3)kg di atas Rp 25.000 kemudian pertamina juga jangan menyalurkan tabung gas LPG tiga (3) kg kepada yang bukan pangkalan resmi.” tegas camat.
Masyarakat berharap kepada Pemerintah kecamatan Bungku utara maupun pihak kepolisian Polsek Bungku utara (Baturube) untuk segera menertipkan setiap pangkalan/pengecer tabung gas LPG tiga (3) kg dan menindak tegas terhadap pangkalan liar alias tidak resmi dan sudah sangat meresahkan warga masyarakat karna pembelian tabung gas LPG (3) kg semakin sulit.(Naksir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *