134 views

KABAR PROBOLINGGO : KPU RI Mulai Verifikasi Petugas PPK,PPS,KPPS yang Meninggal Dunia

 

Probolinggo, MA – KPU RI mulai melakukan verifikasi terhadap petugas PPS asal Kabupaten Probolinggo Jawa Timur yang meninggal saat menjalankan tugas. Verifikasi guna memastikan kelengkapan administrasi sebagai persyaratan untuk menerima bantuan atau santunan.

Verifikasi dilakukan oleh Biro SDM KPU RI dalam rapat koordinasi, pengelolaan SDM dan evaluasi badan Adhoc pemilu tahun 2019 di Hotel Dafam Kabupaten Jember, Kamis (20/06/2019). Administrasi mulai, identitas korban meliputi KTP, KK, SK penyelenggara pemilu hingga surat keterangan kematian dari dokter.

”Total petugas PPK, PPS, dan KPPS yang telah diverifikasi tim biro SDM KPU RI berjumlah 22 orang,” ungkap Ali Wafa, Komisioner KPU Kabupaten Probolinggo yang hadir sebagai peserta undangan dalam acara tersebut. ”Adapun rinciannya yaitu 2 orang meninggal, 1 sakit berat dan 19 sakit sedang”. lanjutnya.

Verifikasi ini untuk memastikan korban meninggal karena tugas menjadi penyelenggara pemilu 2019 serta kebenaran administrasi yg dibutuhkan. Apabila secara adminitrasi dinyatakan lengkap, bagi keluarga atau ahli waris akan diberikan santunan masing-masing sebesar 36 juta rupiah. Sehingga selain administrasi korban, juga dilakukan verifikasi terhadap administrasi keluarga korban atau ahli waris calon penerima santunan.

”Santunan ini tentunya tidak sebanding dengan pengorbanan yang diberikan oleh para korban demi suksesnya pemilu 2019. Namun minimal menjadi bagian dari apresiasi dari KPU” ujar Rochani, Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim yang menjadi pembicara dalam rapat tersebut.

Proses verifikasi administrasi ini diharapkan bisa segera diselesaikan agar santunan bisa segera diberikan. Karena selain korban meninggal KPU RI juga akan memberikan santunan bagi korban sakit. Korban dari unsur penyelenggara pemilu mulai KPPS, PPS dan PPK.

“Santunan lebih diprioritaskan untuk korban meninggal dunia terlebih dahulu, baru korban sakit mulai ketegori sedang dan berat atau cacat tetap,” papar Rochani.

Seperti diketahui, korban meninggal pada pemilu 2019 secara nasional sejumlah 591. Khusus di Jawa Timur sebanyak 119. Jumlah ini belum termasuk petugas yang jatuh sakit yang mencapai 829. Banyaknya korban baik meninggal dan sakit diduga karena beban kerja penyelenggara yang berat dalam pemilu 2019, mulai Pilpres dan DPR, DPD dan DPRD yang digelar secara serentak.(Senopati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *