185 views

Hutan Semakin Di Gunduli, Dinas Kehutanan KPH – BALANTAK Tutup Mata

Banggai, MA – Melihat kondisi hutan di daerah Kabupaten Banggai sudah sangat memprihatinkan kerusakan hutan dimana – mana sehingga banyak menimbulkan bencana longsor dan banjir.
Dampak akibat dari kerusakan hutan yang di lakukan oleh orang-orang yang hanya mengutamakan kepentingan pribadinya untuk memperkaya diri saja dan tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang nantinya akan terjadi di daerah kita ini.

Dinas Kehutanan KPH-Balantak Kabupaten Banggai di nilai lemah dan mandul dalam pengawasan kelestarian hutan karna terbukti di tiap-tiap kecamatan di kabupaten Banggai.

Pengolahan kayu semakin leluasa merajalela tanpa ada ijinnya (liar) dan hanya di biarkan saja oleh Dinas Kehutanan KPH-Balantak beroprasi tanpa ada surat ijinnya sehingga terkesan berpura-pura saja tidak tau ini sangat lucu dan aneh tantang sejumlah masyarakat desa Salodik.

LSM Lingkungan Hidup Faisal Bajarat menilai Dinas Kehutanan KPH-Balantak di Kabupaten Banggai tidak memiliki fungsi lagi setelah di tarik kembali ke propinsi Sulawesi Tengah maka itulah penyebab terbengkalainya Dinas Kehutanan di kota Kabupaten sehingga Kehancuran dan kerusakan hutan fatal terjadi dimana-mana, “tutur Faisal Bajarat

Pengawasan hutan Dinas Kehutanan KPH-Balantak di kabupaten Banggai sudah semakin lemah tidak berdaya lagi (mandul), jangan heran pengolahan kayu tak berijin merajalela merusak hutan, “ungkap Faisal Bajarat LSM Lingkungan Hidup.

Menurut Faisal Bajarat di wilayah kecamatan Pagimana pun pengolahan kayu Ilgal Loging semakin gila entah darimana surat ijin itu di peroleh oleh oknum pelaku pengusaha kayu itu sementara Dinas Kehutanan yang berkewenangan untuk mengawasi dan menindaki sudah tidak berkemampuan lagi terpaksa ikut nontonan saja sementara itu kami selaku LSM Lingkungan Hidup sudah berulang kali melaporkan namun saja laporan kami tidak pernah digubris alias masuk tong sampah,”pungkas Faisal Bajarat. (Nakir S).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *